Insentif Tenaga Medis COVID-19 Dari Pemerintah Pusat Tak Kunjung Cair

Insentif Tenaga Medis COVID-19 Dari Pemerintah Pusat Tak Kunjung Cair

Serang, – Insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien terpapar virus corona atau COVID-19 yang dijanjikan oleh pemerintah pusat hingga saat ini belum cair. Padahal, kontrak tugas mereka akan berakhir bulan ini.

“Dari awal (kerja) belum dibayarin, kalau honor dari Dinkes mah sudah dibayarin tinggal bulan ini aja tanggal 25 biasanya. Kalau untuk sisanya belum dari Kemenkes belum dibayarkan,” kata salah satu tenaga medis di rumah sakit khusus COVID-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Jangka waktu kerja sesuai surat keputusan (SK) tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 hanya tiga bulan terhitung dari bulan April hingga bulan Juni 2020. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait waktu pembayaran.

“Perjanjian kontraknya mah tiga, bulan ini terakhir tanggal 25 tapi denger-denger karena pasien masih banyak akan diperpanjang tapi belum ada keputusannya gitu,” katanya.

Kendati demikian, untuk membiayai keluarganya para pahlawan kesehatan itu masih tertolong dengan insentif lain yang dicover oleh Pemprov Banten.

Berikut insentif yang dijanjikan oleh Pemprov Banten untuk tenaga medis, dokter spesialis Rp75 juta, dokter umum Rp50 juta, perawat Rp17,5 sampai Rp22 juta. Tenaga penunjang medis dan non medis Rp15 juta, lalu untuk tenaga pendukung operasional seperti satpam, office boy sebesar Rp5 juta per bulan. Namun, sebesar 30 persen dari insentif akan dicover oleh pemerintah pusat.

“Jadi kami perawat baru dibayar Rp10 juta per bulan yang Rp7,5 juta sisanya kewenangan pusat belum dibayar dari awal,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh mereka, bahwa jangka waktu kerja akan diperpanjang, namun semua operasional para tenaga medis akan dicover oleh pemerintah pusat. Pertimbangan perpanjangan tugas tersebut lantaran pasien COVID-19 setiap hari terus bertambah.

“Kalau Pemprov katanya hanya mampu 3 bulan. Cuma kan kalau ngandelin dari Kemenkes tahu sendiri sekarang aja belum cair apalagi nunggu yang depan makanya masih dipertimbangkan belum ada pembahasan lagi,”katanya.(Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: