Pilar Banten
  • July 11, 2020
  • Last Update Jul 9, 2020 12:40 pm
  • Indonesia
Cerita Tenaga Medis Mengeluh Gaji Telat Dibayar

Cerita Tenaga Medis Mengeluh Gaji Telat Dibayar

Kota Serang, – Tenaga medis kerap disebut pahlawan kesehatan karena menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien yang terpapar virus corona atau COVID-19. Namun, gelar tersebut lantas tidak menjamin hak mereka cepat dibayarakan

Seperti yang dialami oleh para tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten yang ditunjuk menjadi rumah sakit pusat rujukan pasien COVID-19 di Provinsi Banten.

Salah satu tenaga medis di RSUD Banten yang enggan disebutkan namanya mengatakan, para tenaga medis RSUD Banten mengeluh insentif bulan kedua belum juga dibayarkan. Padahal mereka dijanjikan insentif akan dibayarkan setiap tanggal 25 selama pengabdian.

Insentif sangat berarti untuk tenaga medis, utamanya untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri yang ditinggalkan bertugas. Sebab, selama bertugas dia menjalani karantina dan tak pernah bertemu dengan anak istri atau suami.

“Bulan kemarin okelah (telat) karena ada pemindahan RKUD tapi kalau bulan ini mau alasan apalagi kalau sampe awal bulan belum kita akan gebrak,” kata perwakilan tenaga medis RSUD Banten saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

Bukan hanya telat dibayarakan, lanjutnya, bahkan insentif untuk bulan pertama belum sepenuhnya dibayarakan. Seperti tenaga perawat dari senilai Rp17,5 juta insentif yang dijanjikan, baru senilai Rp10 juta yang sudah dibayarkan.

Berikut insentif yang dijanjikan oleh Pemprov Banten untuk tenaga medis, dokter spesialis Rp75 juta, dokter umum Rp50 juta, perawat Rp17,5 sampai Rp22 juta. Tenaga penunjang medis dan non medis Rp15 juta, lalu untuk tenaga pendukung operasional seperti satpam, office boy sebesar Rp5 juta per bulan.

“Yang pertama saja masih punya utang ke kita belum bayar. Waktu awal dijanjikan Rp 17,5 juta untuk perawat sih baru separuhnya dibayar. Waktu itu juga telat yang bulan kemarin aja dibayar di awal bulan ini harusnya setiap tanggal 25,” katanya.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengaku pihaknya telah menyalurkan untuk pembayaran insentif bagi pahlawan kesebatan tersebut.

“Kalau sisanya yang insentif bulan pertama menjadi beben pemerintah pusat,”katanya.(Anwar/Teguh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: