17 Tahun Pimpin DKM Masjid Agung Serang, Wakil Bupati Serang Diganti

oleh -5 Dilihat
oleh

Serang, – Kepengurusan DKM Masjid Agung Atsauroh, Kota Serang resmi berganti. Setelah 17 tahun lamanya menjabat, kepengurusan itu akhirnya diserahkan dari Ketua DKM yang lama Panji Tirtayasa kepada Sanwani.

Penyerahan kepengurusan DKM Masjid Agung Atsauroh yang periode 2021-2026 dilakukan di aula Setda Kota Serang, Rabu (17/11/2021) yang juga dihadiri oleh ketua dewan pembina DKM Embay Mulya Syarif, Walikota Serang Syafruddin, Sekda Kota Serang Nanang Saifuddin serta jajaran pengurus yang baru DKM Masjid Agung Atsauroh.

Panji yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Serang ini mengatakan, perjuangan dirinya bersama pengurus lainnya selama 17 tahun itu penuh dengan tantangan dan rintangan, bahkan tidak sedikit dirinya mendapat ancaman yang luar biasa.

“Seperti pada saat akan melakukan pembebasan lahan wakaf DKM seluas 1 hektar yang sekarang ditempati untuk toko elektronik dan pemukiman warga di pasar Royal, itu kami sampai diancam dengan golok oleh warga,” ucapnya.

Namun meskipun demikian, dengan perlahan dan sabar dirinya tetap mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar, dan akhirnya mereka pun sadar kalau lahan yang ditempatinya merupakan lahan wakaf.

“Sampai akhirnya mereka membuat surat pernyataan dengan kami. Tapi sampai sekarang mereka belum direlokasi. Itu mungkin yang menjadi PR untuk kepengurusan yang baru ini,” ungkapnya.

Diakui Panji, sejak tahun 2005 lalu kepengurusan Masjid Agung Atsauroh ini masih bernama DKM. Namun seiring perjalanan waktu, karena lokasi dan peran Masjid Agung Atsauroh ini sangat krusial, akhirnya diganti menjadi sebuah yayasan atau badan publik.

“Perubahan itu merupakan cita-cita besar kami selaku pengurus, agar tidak lagi mengandalkan dana-dana dari proposal ketika akan melaksanakan kegiatan,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, dibentuklah sebuah yayasan untuk mengelola aset-aset yang dimiliki oleh DKM agar bisa dioptimalkan baik untuk kegiatan keagamaan maupun untuk kegiatan amaliyah lainnya.

“Alhamdulillah akhirnya kita bisa mandiri karena sudah punya ruko, lapangan putsal, toko, lahan wakaf yang sudah digunakan sebagaimana mestinya, tinggal memang ada beberapa yang perlu diselesaikan,” ujarnya.

Diakui Panji, pada periode pertama di awal kepengurusannya, ia pernah mengajukan pengunduran diri. Namun hal itu ditolak oleh ketua dewan pembina DKM.

“Bukan karena saya mampu, tapi lebih kepada penggantinya yang belum ada,” tuturnya.

Sementara itu ketua DKM yang baru Sanwani mengatakan, sampai saat ini dirinya masih belum percaya kalau dipercaya untuk menahkodai yayasan plat merah ini.

“Makanya saya grogi ini, karena masih bingung,” ucapnya.

Namun meskipun demikian, dengan semangat bersama pengurus yang lain, dirinya optimis bisa membawa kepengurusan ini lebih baik lagi serta bisa menyelesaikan PR yang belum terselesaikan.

“Mohon doanya kepada semua guru dan ulama sampai pengurus yang ada,” pungkasnya.(loet)