Awal Tahun 2022, Jembatan Bogeg Dipastikan Bisa Digunakan

oleh -5 Dilihat
oleh

Serang, – Pembangunan jembatan Bogeg milik Pemprov Banten yang berlokasi di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dipastikan akan selesai pada akhir tahun 2021 dan dipastikan akan mulai dioperasikan pada awal tahun 2022.

Jembatan yang menghubungkan akses dari Serang menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Pandeglang dan sekitarnya itu akan mampu mengurai kemacetan yang selama ini terjadi, karena jembatan Bogeg yang lama hanya mampu dilalui oleh satu kendaraan roda empat dengan ukuran besar saja.

Jembatan dengan panjang 78 meter dan lebar 33 meter ini akan dibuat menjadi empat ruas, dimana setiap satu arahnya terdapat dua ruas jalan, yang tentunya akan dapat memperlancar akses mobilisasi masyarakat Banten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Arlan Mazan mengatakan, pihaknya optimis pembangunan jembatan Bogeg itu akan selesai tepat waktu di akhir tahun 2021.

“Kami ingin pastikan itu, agar masyarakat Banten bisa menikmati buah pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten, dan tidak ada lagi kemacetan yang terjadi di sekitar jembatan Bogeg,” katanya saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Selama ini, lanjut Arlan, jembatan Bogeg menjadi salah satu simpul kemacetan dengan tingkat kroditan yang cukup tinggi. Hal itu dikarenakan tingginya tingkat mobilitas masyarakat, namun tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.

“Untuk itu pak Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menginginkan agar jembatan baru itu segera dibangun, untuk memperlancar akses perekonomian masyarakat. Kalau akses perekonomian masyarakat sudah baik, maka tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.

Dijelaskan Arlan, Gubernur WH memang sangat fokus pada persoalan infrastruktur seperti jembatan dan jalan. Karena ia sadar sektor itu merupakan pondasi utama dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saat ini jalan Provinsi sudah 98 persen dalam kondisi bagus, termasuk juga jalan Kabupaten dan Kota yang ditingkatkan kewenangannya,” katanya.

Keberhasilan itu, lanjutnya, merupakan hasil dari kerjasama semua stakeholder itu akhirnya membuahkan hasil dengan meningkatnya perekonomian daerah di tengah Pandemi Covid-19 ini.

“Tidak hanya PU, tapi juga OPD lain ikut terlibat,” tutupnya. (Loet)