Warga Pandeglang Yang Pernah Kontak Dengan WN Bangladesh Akan Jalani Rapid Test

Warga Pandeglang Yang Pernah Kontak Dengan WN Bangladesh Akan Jalani Rapid Test

Pandeglang – Sebanyak 31 orang warga dan beberapa anggota TNI/Polri di Kabupaten Pandeglang akan menjalani rapid test setelah kontak langsung dengan dua orang jamaah tabligh asal Bangladesh.

Dimana sebelumnya, dari lima orang jamaah tabligh asal Bangladesh yang dilakukan rapid test, dua diantaranya dinyatakan reaktif atau terindikasi positif virus corona atau COVID-19.

.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, sebelum menjalani rapid test puluhan warga pandeglang dan beberapa anggota TNI/Polri tersebut akan menjalani karantina secara mandiri terlebih dahulu selama 7 hari kedepan terhitung dari beberapa hari lalu.

Sebelum ditangani oleh tim gugus tugas penanganan COVID-19, lima anggota jamaah tabligh asal Bangladesh itu sempat kontak fisik dengan sejumlah warga dan aparat keamanan.

“Cakepnya dirapid test itu di hari ketujuh supaya kelihatan (diteksi) virus atau tidaknya kalau langsung dirapid gak bakal langsung ngebaca alatnya,”kata Irna saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Ia membantah jika pihaknya membiarkan peristiwa masuknya warga asing ke Pandeglang ditengah-tengah pandemi. Dikatakan Irna, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui tim gugus tugas telah menyiagakan anggota gabungan disetiap perbatasan untuk melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk ke daerahnya.

“Kami juga tidak bisa memfilter 24 jam padahal kan yang masuk kita lakukan filterisasi beliau ini masuk ke pandeglang dini hari gimana yah. Jadi kita bisa ketahui setelah sholat jumat sebelumnya masyarakat tidak ada yang melaporkan,”katanya.

Pemkab Pandeglang telah merujuk dua jamaah tabligh yang terindikasi terpapar COVID-19 itu ke Wisma Atlet Kemayoran untuk penanganan selanjutnya. Sementara tiga anggota lain sudah diserahkan ke kordinator pusat jamaah tabligh di Indonesia dan berkordinasi dengan pihak imigrasi.

“Kami sudah melakukan upaya ke pemerintah pusat karena ini antar negara tidak bisa diselesaikan oleh tingkat dua. Kami mohon untuk penanganan serius dari 5 WNA tersebut yang 2 kan hasil rapid testnya reaktif walaupun belum ngerucut ke COVID tapi ke hati-hatian,”tuturnya.(Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: