Swab Test Corona di Banten Capai 98 Persen Dari Standar WHO

Swab Test Corona di Banten Capai 98 Persen Dari Standar WHO

SERANG, Pilarbanten.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan tes menggunakan polymerase chain reaction (PCR) di Banten tinggal satu persen lagi untuk memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari target swab test satu persen dari jumlah penduduk sebanyak 129.273 sampel, swab test di Banten sudah mencapai 98 persen lebih atau sebanyak 127.917 sampel.”Adapun target mencapai 100 persen diakhir bulan Oktober ini,” kata Ati saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Banten jumlah kasus positif corona baru di wilayahnya terus bertambah setiap hari dengan rata-rata jumlah penambahan sebayak 100 kasus sejak beberapa minggu lalu. Adapun total kasus di Banten mencapai 6.167 kasus. Rinciannya, sebanyak 1.331 orang masih dirawat, sebanyak 4.628 oeang sembuh dan sebanyak 208 orang meninggal dunia.

Disampaikan Ati, jumlah kàsus terbanyak di Banten masih didominasi oleh klaster keluarga. “Dalam melakukan isolasi mandiri tidak disiplin melakukan tata cara isolasi mandiri di rumah, yang akan mengakibatkan semakin tingginya klaster keluarga,”katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya, daerah Tangerang Raya sudah terbebas dari zona merah dan kini berstatus zona oranye dàn Kota Cilegon masih berstatus zona merah penyebaran COVID-19. Sementara Kabupaten Serang kini berubah menjadi zona merah.

Disampaikan Ati perubahan status Kabupatèn Serang menjadi zona merah bukan berasal dari klaster Pilkada melainkan berasal dari klaster keluarga dan perusahaan.

“Belum tampak terlihat akibat klaster pilkada. Justru kasus Kabupaten Serang banyak pada klaster perusahaan dan klaster keluarga,”katanya.

Ati menegaskan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk segera menyiapkan rumah singgah untuk tempat isolasi mandiri pasien COVID-19 yang memiliki gejala ringan mengantisipasi peningkatan klaster keluarga.

“Terutama bagi kabupaten/kota yang memiliki peningkatan kasus yg cukup banyak agar transmisi lokal dapat terkendali dan peningkatan klaster keluarga dapat ditekan,” katanya.(War/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: