Protes Tarif Maxim, Ratusan Driver Ojol di Serang Geruduk Kantor Dishub

Protes Tarif Maxim, Ratusan Driver Ojol di Serang Geruduk Kantor Dishub

Serang, Pilarbanten.com – Ratusan driver ojek berbasis aplikasi atau ojek online dari Gojek dan Grab menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang terkait tarif angkutan Maxim. Perusahaan ride hailing Rusia itu dinilai memasang tarif terlalu rendah.

Driver Ojol yang tergabung dalam komumitas Ojol Serang Bersatu itu menuding tarif Maxim telah menyalahi aturan Kementerian Perhubungan.

“Kami merasa diresahkan terkait tarif dari Maxim yang diterapkan. Tarif mereka awalnya jauh dari ketentuan regulasi yang ada, yaitu Kemenhub, karena jauh di bawah batas tarif normal,” kata salah satu anggota Ojol Serang Bersatu Triyono, Senin (19/10/2020).

Triyono mengatakan, meski tarif Maxim telah menaikkan tarifnya dari Rp 3.000 menjadi Rp 7.900, mereka menganggap tarif tersebut masih terlalu rendah. Dia juga menduga adanya persaiangan tidak sehat dalam penerapan tarif Maxim kepada para drivernya tersebut, sehingga terjadi kecemburuan antara Ojol lainnya.

“Jadi itu yang memicu kami dan menjadi tidak kondusif di kalangan driver ojek online,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, tarif Rp 7.900 yang diterapkan oleh Maxim tersebut sudah sesuai dengan aturan. Berdasrkan peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nomor 348 tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang dilakukan Aplikasi.

“Didalam aturannya, karena kami masuk dalam zona satu tarif minimal adalah Rp 7.000 sampai Rp 10.000 dan itu masuk dalam aturan,” katanya.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Serang akan berkonsultasi dengan Kemenhub terkait adanya aksi protes tersebut. Selain itu, pihaknya pun akan menanyakan langsung tarif Gojek dan Grab yang melebihi tarif yang telah ditentukan.

“Kami juga nanti akan menanyakan kembali dengan pihak Gojek dan Grab darimana tarif dasar mereka ini yang sebesar Rp 12.000. Kami juga kan tidak bisa memutuskan, semuanya langsung dari pusat,” ucapnya. (War/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: