Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Tanggulangi dan Perangi Narkotika Bagian dari Mempersiapkan Generasi Unggul dan Tangguh

oleh -39 Dilihat
oleh

Pilarbanten.com – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan upaya menanggulangi dan memerangi narkotika sebagai bagian dari mempersiapkan generasi muda yang unggul dan tangguh. Bersama menangani hingga tingkat individu dan rumah tangga.

 

Hal itu diungkap Al Muktabar usai mengikuti Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2024 secara virtual di Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Provinsi Banten Jl Syekh Nawawi Al Bantani No. 7, Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (26/6/2024). Puncak HANI 2024 tingkat Nasional sendiri dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

 

“Pagi hari ini kita mengikuti bersama Hari Anti Narkotika Internasional 2024. Mengapa ini diperingati, tadi dijelaskan Bapak Presiden, adalah sesuatu yang kedaruratannya luar biasa,” ucapnya.

 

“Sehingga ini menjadi momen agenda kita bersama untuk kita terus tiadakan dan menanggulangi serta perang terhadap narkotika ini. Mudah-mudahan langkah-langkah seperti ini bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi muda yang unggul dan tangguh yang akan membawa Provinsi Banten dan Indonesia ke depan,” tambah Al Muktabar.

Baca Juga:  Pj Gubernur Banten Al Muktabar Laksanakan Salat Idul Adha 1445 H dan Potong Hewan Kurban di Masjid Raya Al Bantani

 

Di katakan, dalam menanggulangi dan memerangi narkotika harus bersama-sama dilakukan semua pihak. Penanganan dilakukan sampai ke tingkat individu dan rumah tangga.

 

“Sehingga itu akan menjadi basis ketahanan kita dalam mengantisipasi hal-hal yang terkait dengan narkotika ini,” tegas Al Muktabar.

 

Menurutnya, Provinsi Banten merupakan wilayah atau daerah yang letaknya strategis dengan segala aspek bidang transportasinya. Hal itu menjadikan Provinsi Banten memiliki tantangan yang besar terkait narkotika. Mulai dari keberadaan Bandara Soekarno-Hatta, kawasan industri yang cukup luas, sebagai penghubung atau lintasan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, hingga garis pantai Provinsi Banten yang panjang.

“Dalam rangka itu, instrumen-instrumen kenegaraan mempersiapkan langkah antisipasinya. Termasuk BNN Provinsi Banten, Kepolisian Daerah, serta TNI. Pemerintah Daerah juga terus mendorong agenda dalam rangka antisipasi dan pencegahan narkotika,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Akselerasi Penyiaran Mendukung Percepatan Pembangunan

 

Dalam sambutannya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengajak semua pihak untuk memerangi penyalahgunaan narkotika.

 

“Kita harus perangi kejahatan narkotika sampai ke akar-akarnya. Kita harus melindungi generasi muda,” ucapnya.

 

Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk memperkuat ketahan keluarga. Tujuannya, untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini sejak dari keluarga.

 

“Sehingga Indonesia Emas 2045 yang bertumpu pada generasi muda yang produktif bisa kita capai,” pungkasnya.

 

Dalam sambutannya, Kepala BNN Komjen Pol Martinus Hukom mengatakan, HANI 2024 merupakan momen keprihatinan terhadap penyalahgunaan narkotika. Juga momen kontemplasi dan introspeksi. Pencegahan narkotika membutuhkan kesungguhan hati, pemikiran dan konsistensi.

Dijelaskan HANI 2024 tingkat nasional mengambil tema ‘Masyarakat Bersama Melawan Narkotika Menuju Indonesia Bersinar’. Bertujuan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak melawan narkotika.

Baca Juga:  Pj Gubernur Al Muktabar Sambut Baik Pembahasan Dua Raperda Usul DPRD Provinsi Banten

 

Diungkapkan, penyalahgunaan narkoba dunia diperkiraan mencapai 296 juta orang. Di Indonesia, penyalahgunaan narkotika diperkirakan mencapai 3,33 juta orang.

 

Seperti diungkap Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid, pada tahun 2024 ini BNN Provinsi Banten berhasil mengungkap 21,359 kg sabu-sabu di Tangerang dan 3 kg ganja.

 

Dijelaskan, untuk rehabilitasi korban narkotika, kini di Kepolisian dan Kejaksaan dikembangkan Restorative Justice (RJ). Bagi pengguna, barang bukti dibawa, tidak terkait dengan jaringan, ketika diperiksa positif, yang bersangkutan bisa mendapat RJ dan direhabilitasi.

 

“Kalau masih ringan rehabilitasi rawat jalan di BNN Provinsi Banten. Kalau sudah berat dikirim ke Balai Rehabilitasi BNN di Lido, Kabupaten Bogor,” jelas Brigjen Pol Rohmad Nursahid.(js)