Pilar Banten
  • July 12, 2020
  • Last Update Jul 9, 2020 12:40 pm
  • Indonesia
Pemda Usulkan Lahan Relokasi di PT PN

Pemda Usulkan Lahan Relokasi di PT PN

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov Banten dan Pemkab Lebak mengajukan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PT PN) untuk dijadikan sebagai tempat relokasi rumah bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Lahan PT PN dipilih karena lokasinya lebih aman jauh dari bantaran Sungai Ciberang.

Diketahui, jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat di Kabupaten Lebak mencapai 1.110 unit. Sedangkan untuk rusak sedang sebanyak 230 unit dan 309 unit rumah rusak ringan.

Sekda Banten, Al Muktabar mengatakan, pemerintah daerah saat ini tengah melakukan upaya pemulihan dan revitalisai terhadap ribuan rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsong di Kabupaten Lebak pada awal tahun lalu. “Perkembangannya, lokasi kita sedang coba ajukan di eilayah lahan milik PT PN,” katanya saat ditemui di Masjid Raya, Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Jumat (31/1/2020).

Saat ditanya dimana letak lahan yang akan dijadikan tempat relokasi, Muktabar mengaku, belum mengetahui secara detail. Meski begitu, lahan itu dipilih karena dinilai aman dan jauh dari lokasi bencana.

“Untuk titik koordinatnya saya juga belum tahu secara detail. Tapi itu tanah milik PT PN. Dan kalau bisa dimanfaatkan untuk pembangunan relokasi mengapa tidak, biar lebih aman dan tidak terjadi lagi bencana. Dan itu prinsipnya menyelurh jangka panjang,” ujar Muktabar.

Ia juga mengaku, hari ini (kemarin), Pemprov Banten telah mengirimkan surat ajuan lahan tersebut ke pemrintah pusat. “Sudah buat surat ke Presiden. Karena kan harus ada administrasi formal,” jelasnya.

Saat ditanya berapa alokasi dana tak terduga (TT) yang telah dilekuarkan pemerintah provinsi untuk penangana korban banjir, Muktabar mengaku, masih dalam tahap evaluasi.

“Secara detail itu sama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Berapa banyak uang yang terpakai itu masih dalam tahap evaluasi. Tapi kalau memang tidak terpakai kta kembalikan ke kas daerah. Saya juga belum cek detail laporannya,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Banten, M Yanuar menjelaskan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  telah menyiapkan anggaran Rp55,5 miliar untuk membagun 1.110 unit rumah yang diperuntukan bagi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak yang tempat tinggalnya rusak berat.  Jumlah rumah dan bangunan lain yang rusak tersebut tersebar di 30 desa di enam kecamatan yang terkena banjir bandang di Kabupaten Lebak.

“Untuk perbaikan rumah yang rusak berat tersebut nantinya akan ditangani semua oleh pusat melalui BNPB, karena BNPB mengalokasikan anggaran untuk Hunian Tetap (Huntap) masing-masing Rp50 juta per rumah,” kata Yanuar.

Sedangkang selama Huntap belum selesai, kata dia, maka masyarakat yang terdampak bencana mendapat bantuan biaya tunggu Rp500.000 per keluarga sampai rumah bisa ditempati kembali. “Kalau perkim provinsi hanya melengkapi beberapa lokasi yang mungkin terlewat dalam pendataan serta bantuan fasilitas lainnya,” katanya.(Rey/Al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *