Pembangunan Puspemkab Serang Mangkrak 10 Tahun

Pembangunan Puspemkab Serang Mangkrak 10 Tahun

SERANG, PILARBANTEN.COM – Dibalik polemik sengketa penyerahan aset dengan Pemerintah Kota Serang, Pemerintahan Kabupaten Serang hingga kini masih berada di pusat Kota Serang. Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang direncanakan akan pindah di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Rencana pembangunan Puspemkab di Desa Cisait, Kragilan sudah mangkrak selama 10 tahun sejak rencana pemindahan pusat pemerintahan dilakukan pada tahun 2010 oleh Bupati Serang sebelumnya, Ahmad Taufik Nuriman dan Wakil Bupati Ratu Tatu Chasanah yang saat ini menjabat Bupati Serang.
Berdasarkan penelusuran wartawan di Desa Cisait, Rabu (19/2/2020), dilahan tersebut tidak ada kegiatan pembangunan gedung, bahkan pelang rencana pembanguan Puspemkab pun sudah tergeletak di atas tanah.
Saat dikonfirmasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengatakan, molornya pembangunan lantaran pembebasan lahan yang belum selasai. Dari seluas 60 hektar lahan yang akan dibangun kawasat pemerintahan, hingga saat ini baru 45 hektar lahan yang telah dibebaskan.
“Masih pembebasan lahan karena kalau lahan belum selesai gak bisa dibangun. Kalau anggaran 1 unitnya ada di Perkim sudah kita anggarin 25 miliar tergantung dari progres tanahnya kalau tanah beres gedung jadi. Ya gimana lagi karena tidak sesederhana kita bayangin,” katanya kepada wartawan.
Untuk diketahui, pembebasan lahan Puspemkab yang dilakukan pada tahun 2011 terhenti di tahun 2013 karena sebagian lahan sempat disita KPK terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.
Pihaknya pun belum bisa memastika kapan pembangunan fisik gedung Puspemkab akan dilakukan sebab masih menunggu pembebasan lahan rampung. Padahal masterplan atau rencana pembangunan gedung dan infrastruktur Puspemkab sudah rampung di tahun 2016.
“Belum bisa dipastikan. Direncanakan sudah, alokasi anggaran sudah cuma kendala persoalan tanah. 2016 masterplan sudah ada,” katanya. (Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *