Pilar Banten
Menyulap Karung Goni Menjadi Peci

Menyulap Karung Goni Menjadi Peci

Serang, – Nasrudin, seorang warga Kota Serang, Banten, secara kreatif menyulap karung goni menjadi peci. Usaha mengubah karung goni menjadi peci dilakoni saat pertama kali Pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Ditemui di kediamannya di Kompleks Bukit Tirta Nirmala, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Nasrudin mengaku awalnya iseng membuat peci dari karung goni. Aktivitasnya sebagai guru honorer di SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, berkurang saat Pandemi karena belajar lebih banyak dilakukan secara daring.

Untuk mengisi waktu luang, Anas, panggilan akrab Nasrudin, iseng membuat peci dari karung goni. “Ketika belajar banyak di rumah setelah ngasih materi saya iseng buat peci,” kata Anas, Rabu (10/11/2021).

Anas sengaja memilih karung goni sebagai bahan dasar pembuatan peci agar terlihat unik dan menarik. Untuk memasarkan produknya, selain promosi kepada teman juga dia pasarkan melalui media sosial miliknya di Facebook dan Instagram dengan nama aku Anas Al Lubab.

Karena pengerjaan peci dilakukan sendiri, maksimal Anas hanya mampu membuat 4-5 buah peci dalam sehari. Kendala yang dia hadapi adalah sulitnya mendapatkan karung goni yang masih dalam kondisi baik.

“Saya lebih sering mendapatkan karung honi dalam kondisi sudah rusak di sana sini. Terus karung goni juga sudah mulai langka sekarang,” katanya.

Bila beruntung mendapatkan karung goni yang baik, Anas dapat membuat empat peci dari satu karung goni. Namun bila tidak, hanya bisa membuat dua sampai tiga peci per karung.

Peci karung goni yang diproduksi Anas diberi label Pegon, akronim dari Peci Goni Nusantara. Dia berharap nama Pegon membawa hokki sehingga bisa menjangkau dan dinikmati semua orang di Indonesia.

Meski saat ini sudah mulai muncul produk serupa, Anas mengaku ada ciri khas pada peci yang dibuatnya. Di bagian atas peci terdapat lima lubang yang tidak hanya berfungsi sebagai sirkulasi udara melainkan juga memiliki makna.

“Lima titik di atas peci bermakna lima dasar Islam dan lima dasar Pancasila,” kata Anas.

Satu peci Pegon ukuran 5 ke bawah, biasanya untuk anak-anak, dihargai Rp35 ribu. Sementara peci ukuran 5 ke atas, biasanya untuk dewasa, dihargai Rp50 ribu. Peci Pegon bisa dipesan melalui media sosial milik Anas.(loet)

Tinggalkan Balasan