Pilar Banten
  • April 4, 2020
  • Last Update Apr 3, 2020 2:38 pm
  • Indonesia
Masjid Harus Menjadi Pusat Perekonomian Masyarakat

Masjid Harus Menjadi Pusat Perekonomian Masyarakat

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Indonesia merupakan negara dengan jumlah masyarakat muslim terbesar di dunia. Pun dengan jumlah masjid dan musholanya. Berdasarkan data Dewan Masjid Indonesia (DMI), total keseluruhan masjid dan mushola mencapai sekitar 900 ribu. Angka itu masih akan terus bertambah mengingat setiap hari selalu ada pembangunan masjid dan mushola.

Ketua DMI pusat Muhammad Jusuf Kalla (JK) saat memberikan sambutan pada Musda DMI Provinsi Banten, Rabu (26/2/2020) mengatakan, jumlah sebanyak itu bisa dijadikan modal untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Indonesia agar lebih sejahtera. Berawal dari masjid/mushola, seluruh kegiatan perekonomian masyarakat digerakkan, seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian sampai pada pertanian.
“Kita mestinya mencontoh apa yang sudah rosulullah lakukan untuk memakmurkan masjid,” jelas JK.
Mantan Wakil Presiden dua periode ini menambahkan, pada zaman rosul, peran masjid dalam membina dan membangun sistem kehidupan masyarakat sangat penting sekali. Masjid dijadikan central perekonomian masyarakat.
“Ini tentu sangat efektif, mengingat sebagai umat muslim kita tentu setiap harinya selalu bersentuhan dengan masjid, lima kali dalam sehari. Sehingga tidak hanya kita yang memakmurkan masjid, tapi masjid juga memakmurkan kita,” jelasnya.
JK melanjutkan, masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat hendaknya juga diiringi dengan kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan lain sebagainya. Bila dilihat dari porsinya, hendaknya kegiatan agama lebih mendominasi dari kegiatan muamalah.
“60 persen untuk kegiatan agama, sisanya untuk muamalah,” ujarnya. (Rey/Al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *