Kepala Bappeda Singgung Efektivitas Program Dishub Kota Serang

Kepala Bappeda Singgung Efektivitas Program Dishub Kota Serang

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Syaifudin menyinggung efektivitas program Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang terkait pengurangan kemacetan.

Pengurangan kemacetan ini penting dilakukan, guna memudahkan akses distribusi masyarakat maupun barang dalam kegiatan penggerakan ekonomi. Untuk itu, program mengurai kemacetan ini harus direncanakan secara matang hingga sampai kepada tataran teknis di lapangan.

“Jadi harus fokus terhadap program itu. Jangan ngaur kemana-mana dulu, karena kita harus padu-padankan dengan janji pak Walikota dan pak Wakil,” terangnya, seusai membuka acara pra Musrenbang Kota Serang di hotel Ledian, Kota Serang, Selasa (17/3/2020).

Nanang menghimbau kepada seluruh OPD, agar dalam membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus difokuskan kepada janji politik Walikota dan Wakil Walikota Serang, diantaranya ada program unggulan, program mendesak dan program prioritas.

“Jadi harus bisa memilah itu, karena kekuatan anggaran kita juga terbatas. Sementara masukan dari masyarakat sangat banyak sekali, dan kemungkinan besar tidak tercover semua, mengingat APBD Kota tahun ini hanya mencapai Rp1,4 triliun,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Maman Luthfi mengatakan, kemacetan Kota Serang masuk dalam program mendesak. Salah satu contoh program yang sudah kami lakukan adalah menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) yang akan dilakukan di pertigaan Polsek Serang. Penerapan ini mencontoh dari SSA Kaujon yang dianggap berhasil mengurai kemacetan pada jam padat aktivitas. “sekarang Kita lagi nunggu perkembangannya, mudah-mudahan realisasinya di bulan April,” katanya.

Sebelum melakukan penerapan tersebut, Maman mengaku akan mensosialikan terlebih dahulu kepada masyarakat, lalu angkutan umum dan para pedagang di Royal.

“Kita ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat,
sopir angkot, dan pemberlakuan pedagang di Royal sebelum kita merealisasikannya,” tandasnya. (Agung/Al)

Leave a Reply