Pilar Banten
  • September 20, 2020
  • Last Update September 17, 2020 1:16 pm
  • Indonesia
Keduakalinya, Gubernur Banten Kumpulkan Kepala Daerah Kab/Kota

Keduakalinya, Gubernur Banten Kumpulkan Kepala Daerah Kab/Kota

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) untuk keduakalinya kembali mengumpulkan Kepala Daerah di Kab/Kota, untuk membahas status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Provinsi Banten. Sebelumnya, Gubernur juga mengumpulkan Kepala Daerah di wilayah Tangerang Raya berkenaan dengan hal yang sama.

Pada hari Sabtu (15/3/2020) kemarin, Gubernur Banten mengumumkan peningkatan status KLB Covid-19 di Provinsi Banten menjadi KLB dan meliburkan sekolah SMA/SMK yang menjadi kewenangannya, sementara untuk tingkat SMP dan SD diserahkan kepada wilayah yang menjadi kewenangannya.

“Saya minta laporan dari bapak/ibu semua di masing-masing daerah terkait langkah yang sudah dilakukan,” ujar WH saat memimpin rapat, di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (16/3/2020).

Dalam rapat itu, WH meminta kepada seluruh kepala daerah agar menyiapkan ruang isolasi di setiap RS baik milik pemerintah maupun swasta, untuk memaksimalkan pelayanannya nanti.

“Ini kita dalam rangka mengantisipasi membludaknya pasien yang Suspek Corona. Bila perlu setiap puskesmas kita sediakan ruang isolasi,” ujarnya.

WH juga menginginkan adanya ruang khusus untuk penanganan Covid-19 ini seperti yang dilakukan pemerintah Wuhan, China. Tenaga medisnya juga khusus, sehingga bisa fokus menangani. Hal ini jika diterapkan, penanganannya akan maksimal dan memangkas alur birokrasi yang panjang.

“Ini masukan bagus. Coba nanti akan kita kordinasikan,” tegas WH.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti mengatakan, berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada di RS di Banten yang ditunjuk sebagai RS rujukan Covid-19, yakni RSUD Tangerang dan RSDP Serang.

“Sekarang ada tambahan RSUD rujukan, yakni RSUD Balaraja, RSUD Banten,” ucapnya.

Terkait Puskesmas yang akan dijadikan rujukan pertama, Ati mengaku sesuai protap Puskesmas tidak bisa dijadikan rujukan, kecuali untuk sekedar periksa biasa, tapi kalau untuk rawat inap harus ke RSUD rujukan.

“RS yang menjadi rujukan itu juga harus milik pemerintah, tidak bisa menggunakan RS swasta,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Serang Tatu Chasanah mengatakan, di wilayahnya sampai saat ini masih dalam status aman, meskipun ada beberapa yang sedang ditangani pihak RSDP terkait pasien yang Suspek Corona.

“Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, alhamdulilah tidak ada yang positif. Namun demikian, kami selalu melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Tatu juga meminta agar Pemprov memberikan tambahan ruang isolasi, perlengkapan penanganan bagi tenaga medis seperti pakaian dan kacamata.

“Kemarin tenaga medis yang sempat viral itu menggunakan pakaian operasi, karena tidak memiliki pakaian khususnya,” ujarnya. (Rey/Al)

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *