Pilar Banten
  • August 12, 2020
  • Last Update Aug 12, 2020 12:20 pm
  • Indonesia
Kasus Pembuhanan Meningkat di Banten Selama 2019

Kasus Pembuhanan Meningkat di Banten Selama 2019

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan kasus pembunuhan menjadi kasus paling menonjol yang ditangani selama tahun 2019. Tak hanya jumlah kasus yang meningkat, namun fenomena pembunuhannya pun makin mengerikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 14 kasus pembunuhan yang ditangani Polda Banten selama tahun ini, sementara tahun sebelumnya hanya ada 2 kasus pembunuhan.

“Yang saya garis bawahi Kasus pembunuhan ini naik signifikan dari 2 menjadi 14 selama tahun 2019. Dan mengerikan,” kata Kapolda Banten saat menyampaikan rilis akhir tahun 2019 di Mapolda Banten, Kamis (19/12/2019).

Berikur beberapa kasus pembunuhan yang menjadi perhatian publik:

Pertama, peristiwa pemerkosaan disertai pembunuhan yang dialami gadis baduy yang baru berumur 13 tahun oleh tiga orang pemuda di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak pada 30 Agustus 2019.

Korban ditemukan tergeletak diatas tanah bersimbah darah dengan luka sobek pada wajah sebelah kanan dan bahu sebelah kana serta tangan sebelah kanan putus.

Kedua, kasus pembantaian satu kuarga oleh Samin di Waringinkurung, Serang pada 13 Agustus 2019 yang mengakibatkan tewasnya Rustandi dan anaknya yang masih balita. Sementara istrinya mengalami kritis.

Pelaku menghabisi korban dengan sebilah kayu lantaran kaget saat terpergok mengambil handphone korban.

Ketiga, kasus seorang suami membunuh istri dan anak yang masih bayi di Kota Cilegon pada 4 Maret 2019. Pelaku menghabisi istri beserta anaknya lantaran kesal sang istri menolak melakukan hubungan badan.

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur Meningkat

Ditempat yang sama, Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga mengatakan selain kasus pembuhan, kasus pelecehan seksual terhadap anak pun meningkat di tahun 2019 menjadi 69 kasus.

Yang disayangkan menurut Novri, kasus pelecehan terhadap anak tersebut dilakukan oleh orang terdekat seperti ayah sendiri dan seorang guru di sekolah.

“Pelakunya ini sangat kami sayangkan rata-rata orang dewasa dan lingkungannya terdekat ada di pendidikan dan tempat lain. Kami menghimbau orang tua untuk memonitor kepada anaknya dibawah umur,” katanya. (Anwar/Teguh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: