30 SLTP Di Kota Serang Terancam Tutup

oleh -3 Dilihat
oleh

Serang – Tahun ajaran baru 2021-2022 ini terdapat sekitar 30 sekolah swasta tingkat SMP di Kota Serang yang terancam ditutup karena tidak mendapat siswa baru.

Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, dimana terdapat 5 sekolah swasta tingkat SMP yang terpaksa harus tutup atau melakukan marger dengan yayasan lainnya.

Menanggapi hal tersebut ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FOKSS) Kota Serang meminta DPRD melakukan pengawasan dengan tegas terhadap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negri tahun ini.

“Karena belajar dari tahun-tahun sebelumnya, hampir seluruh sekolah SMPN itu overload dari kuota yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata ketua FOKSS Kota Serang Deni Gumelar Nafihin, seusai melakukan audiensi dengan komisi II DPRD Kota Serang, Senin (21/6/2021).

Kepala sekolah SMP al Munawaroh ini mengakui penyebab utama banyaknya sekolah swasta yang tutup itu lantaran sekolah negerinya maruk, sehingga sampai overload.

“Padahal dalam Permendikbud no 22 tahun 2016 itu jelas maksimal siswa yang bisa ditampung dalam satu rombelnya hanya 32, jika lebih ada sanksi pidananya juga,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada 23 sekolah SMPN yang overload dari total 27 sekolah. Sedangkan total sekolah swasta 51 unit.

Overload itu salah satunya dikarenakan banyaknya broker atau orang yang melakukan jasa penitipan siswa di setiap sekolah.

“Termasuk para anggota dewan juga kerap melakukan penitipan,” ujarnya.

Oleh karena itu kedepan, Deny berharap hal seperti ini tidak lagi terjadi, sehingga semua sekolah baik negeri maupun swasta bisa berjalan beriringan untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jadi tolong dikawal juga PPDB SMPN di Kota Serang ini karena seluruhnya online. Setelah tanggal 24 itu tidak ada lagi pendaftaran, hanya pemberkasan saja,” harapnya.

Deni menegaskan Permendikbud ini harus ditegakkan, jika tidak kami akan lakukan sampai ke tingkat kementrian bahkan juga nanti ke ombudsman.

“Kami akan terus berjuang sampai sekolah di kota serang mendapatkan keadilan,” tegasnya.(loet)