WH Berharap Anak-anak Sekolah Menjadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

WH Berharap Anak-anak Sekolah Menjadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim WH berharap anak-anak sekolah dan tenaga pengajar menjadi prioritas yang akan dilakukan vaksinasi Covid-19. Hal itu perlu dilakukan agar belajar tatap muka yang direncanakan tahun depan bisa direalisasikan.

“Kalau saya kan memang tidak masuk golongan yang akan divaksin, karena faktor usia di atas 50 tahun. Tapi kalau boleh menentukan, saya ingin anak-anak sekolah dulu yang dilakukan vaksinasi Covid-19,” kata WH, Selasa (22/12/2020).

Dikatakan WH, jika anak-anak sekolah dan tenaga pengajar bisa didahulukan maka Pemprov Banten bisa dipastikan awal tahun depan bisa melakukan sekolah tatap muka, karena seluruhnya sudah divaksin.

“Tapi tidak tahu yah, apakah boleh anak-anak sekolah divaksin, mengingat usinya masih di bawah 18 tahun sesuai standar yang ditentukan,” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramuji Astuti mengatakan, vaksin sinofak ini memang diperuntukkan usia di atas 18 tahun. Akan tetapi jika anak sekolah yang usianya di bawah itu, bisa saja dilakukan vaksinasi, namun harus berkelanjutan setiap enam bulan sekali.

“Iya. Bisa aja, tapi harus dilakukan berkelanjutan karena ketahanannya terbatas,” katanya.

Terkait masalah kuota vaksin yang akan didapat, Ati mengatakan sampai saat ini jumlahnya masih belum bisa ditentukan, karena masih berubah-ubah.

“Pada awalnya kita mendapat alokasi vaksin 3,9 juta untuk yang mandiri atau berbayar dan 1,5 juta vaksin untuk yang gratis. Tapi setelah hasil rapat kemarin dengan pemerintah pusat, seluruhnya akan digratiskan,” ujarnya.

Ati melanjutkan, kebijakan itu hingga kini masih berubah-ubah karena memang ketersediaan vaksin di pusat produksinya masih belum pasti. Kesusai kebijakan pusat, yang pertama akan divaksin adalah Tenaga Kesehatan (Nakes).

“Di Banten kurang lebih ada sekitar 43 ribu Nakes. Sekarang merek sedang mengisi sistem informasi kesehatan (SDMK), nanti dari situ diketahui Nakes mana saja yang akan dilakukan vaksinasi berdasarkan riwayat pekerjaan yang dilakukannya,” tuturnya. (Al/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: