Serang, – Tol Serang – Panimbang akan menghubungkan empat kabupaten/kota di Provinsi Banten yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten, Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
Proses konstruksi jalan tol dikerjakan lewat skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Jalan tol Serang – Panimbang Seksi 1 Ruas Serang – Rangkasbitung di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (1610/2021).
Untuk pekerjaan Seksi 1-2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang selaku anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Seksi 3 porsi pemerintah. Nilai investasi Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan sebesar Rp9,934 triliun.
Jalan Tol Serang-Panimbang dengan total panjang 83,67 km terdiri dari tiga seksi yakni Seksi 1 sepanjang 26,5 kilometer menghubungkan Serang-Rangkasbitung yang sudah selesai 100 persen.
Kemudian Seksi 2 sepanjang 24,17 kilometer menghubungkan ruas Tol Rangkasbitung-Cileles, dan Seksi 3 sepanjang 33 km menghubungkan Cileles-Panimbang masih dalam tahap konstruksi.
Dari tiga seksi itu, berdasarkan perencanaan akan dibuat menjadi tujuh pintu gerbang exit tol. Simpang susun pertama atau gerbang pertama di Kecamatan Ciekusal Kabupaten Serang di kilometer (KM) 8,9.
Simpang susun berikutnya, di Kecamatan Petir Kabupaten Serang atau di sekitar Km 17,5. Kemudian gerbang tol ke tiga berada di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang hanya membutuhkan sekitar 1 KM.
Gerbang ke empat di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, selanjutnya di Cileles Lebak atau di sekitar KM 49,9. Simpang susun berikutnya di Kecamatan Bojong dan Pagelaran di Kabupaten Pandeglang. Terakhir exit di Kecamatan Panimbang di Km 83,6.
Ada banyak sektor industri direncanakan akan dikembangkan dari pembangunan tol ini, seperti industri manufaktur, garmen, agrikultur sampai agribisnis.
“Nanti setiap gerbangnya dibuat klaster-klaster. Seperti untuk gerbang pertama akan dibuatkan kawasan industri manufaktur,” kata Anggota komisi IV DPRD Banten, Ali Nurdin Abdul Ghani.
Selanjutnya gerbang tol kedua bisa dikembangkan industri gabungan yang ditentukan oleh Pemprov Banten, misalnya industri garmen dan lainnya dengan menggandeng pihak swasta.
Untuk pintu gerbang ketiga sampai enam pendekatannya industri agrikultur seperti peternakan, pengembang dan penggemukan sapi dan industri susu.
“Sampai nanti di pintu ketujuh itu pengembangannya industri Agribisnis,” ucapnya
Pengembangan klaster industri ini jika bisa dilaksanakan akan menjadi pilot project bagi daerah yang lain, mengingat hal ini merupakan terobosan baru dalam pengembangan industri.
“Jangan sampai industri kita berantakan, bercampur dengan kawasan Masyarakat lainnya. Karena itu juga akan menciptakan masalah baru,” pungkasnya.(loet)