• March 30, 2020
  • Last Update Mar 30, 2020 5:27 am
  • Indonesia
Tak Mau Disalahkan, WH Akan Panggil Tim Pansel Open Bidding

Tak Mau Disalahkan, WH Akan Panggil Tim Pansel Open Bidding

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) tak mau disalahkan terkait polemik penghentian seleksi Open Bidding Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Asda I Provinsi Banten. WH pun memastikan dalam waktu dekat akan memanggil tim Pansel untuk meluruskan semua polemik yang terjadi.
“Saya belum dapat laporannya. Nanti akan saya panggil,” katanya di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang (17/12/2019).
Mantan walikota Tangerang dua periode ini juga mengaku tidak ada kepentingan apapun terhadap hasil dari proses ini, sehingga tidak ada unsur diskriminasi seleksi JPT di semua OPD, termasuk Dindikbud.
“Masalahnya dimana? Tidak ada itu diskriminasi, semua sama perlakuannya,” tegasnya.
Namun ketika dibandingkan dengan hasil asesmen JPT dinas PUPR dan Ketahanan Pangan (Ketapang) yang melanjutkan prosesnya sampai pelantikan, meskipun peserta yang mendapat nilai dibatas 70 tidak mencapai tiga orang, WH membantahnya.
Menurutnya, hasil asesmen dinas PUPR sudah memenuhi persyaratan yakni tiga orang. Sedangkan untuk Ketapang, WH tidak bisa menjawabnya. “Untuk Ketapang saya lupa. Kalau ga salah tiga juga,” ujarnya.
Namun yang pasti, lanjutnya, jika penghentian itu melanggar aturan, maka dirinya akan meluruskan. Karena bagi WH, segala keputusan itu harus sesuai aturan.
“Intinya semua harus sesuai aturan,” katanya.
Pernyataan WH tersebut mendapat respon keras dari Ketua Maha Bidik Indonesia (MBI) Ojat Sudrajat. Menurut Ojat, sebagai pejabat publik WH mestinya setiap berbicara harus sesuai data yang akurat, jangan mudah percaya dengan kabar dari luar.
Menurut Ojat, berdasarkan data yang dimiliki dan bisa dipertanggungjawabkan hasil asesmen Dinas PUPR dari empat orang hanya dua orang yang lulus dan mendapat nilai di atas 70, yakni Cucu Suharna dengan nilai 70 dan Muhammad Tranggono dengan nilai 75. Sedangkan untuk Dinas Ketapang, dari tujuh orang yang mengikuti asesmen, hanya satu yang dinyatakan lulus dan mendapat nilai 75, yakni Aan Muawanah.
Ojat melanjutkan, WH pernah berkata kepada orang yang mengkritiknya harus sesuai data, sementara dirinya sendiri ketika berbicara tidak sesuai data dan hanya berdasarkan katanya-katanya. “Manusia itu tidak ada yang lepas dari kesalahan, oleh karena itu ketika mendapat masukan atau kritik, seharusnya ia segera mengoreksinya, bukan justru mengaku yang paling benar,” ujarnya. (Rey/Al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: