Sekda : Jangan Dulu Tanya Masalah Open Bidding

Sekda : Jangan Dulu Tanya Masalah Open Bidding

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Sekda Banten Almukhtabar mengatakan agar masalah Open Bidding jangan dulu ditanyakan, karena prosesnya hingga kini masih berjalan. Sekda menghimbau lebih baik mempertanyakan masalah lain seperti perkembangan proses tanggap bencana di Lebak.

“Jangan dulu nanya Open Bidding yah? Saya lagi puasa dulu ini. Pusing soalnya,” ujar Sekda, Senin (27/1/2020).

Sekda menambahkan dirinya lebih senang jika ada pertanyaan terkait masalah progres pembangunan di Banten, seperti rencana pembangunan dua jembatan di Lebak pasca bencana banjir kemarin.”Ditanya masalah itu saya lebih seneng,” katanya.

Saat ini ada lima OPD di lingkungan Pemprov Banten yang dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) yakni Kepala Dindikbud Banten, Muhammad Yusuf yang merupakan staf ahli Gubernur Banten, Kepala BPBD Kusmayadi selaku Kepala defenitif Inspektorat, Kepala DPMPTSP Babar Suharto Suharso yang merupakan Kepala defenitif Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag).

Dindikbud sendiri dalam proses Open Bidding. Hasilnya mengalami keterlambatan karena sebelumnya sempat dihentikan oleh Pansel. Namun kemudian dilanjutkan kembali setelah ada rekomendasi dari KASN. Sedangkan untuk BPBD dan DPMPTSP rencananya akan dilakukan proses mutasi. Prosesnya kini baru sampai pengajuan ke KASN.

Selanjutnya ada biro Perekonomian yang sampai sekarang belum juga dilakukan pelantikan, meskipun hasil Open Bidding sudah ada. Gubernur Banten sendiri mengaku masih menunggu hasil kajian hukum, karena peserta yang lulus terindikasi terlibat masalah hukum.

Dan yang terakhir adalah biro Kesra, Ivan Santoso yang diberhentikan karena sudah menjabat lebih dari lima tahun.
Mengacu pada Undang-undang ASN dan PP no 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN, pola kerja pejabat setara eselon II yang sudah menjabat lima tahun atau lebih akan dilakukan evaluasi.

Ada dua OPD yang akan dilakukan evaluasi, yakni Dinas ESDM, Eko Palmadi dan Kepala Biro Organisasi Dian Wirtadipura. “Lebih lanjutnya nanti tanya ke pak Komarudin (BKD) saja yah,” ucap Mukhtabar. (Rey/Al).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: