Pj Gubernur Banten Al Muktabar Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kabupaten Tangerang

oleh -7 Dilihat
oleh

PIlARBANTEN.COM -Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menyalurkan Bantuan Sosial dalam rangka Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ekspedisi reformasi birokrasi tematik berdampak dilaksanakan dalam rangka Pemerintah Provinsi Banten memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.

Hal itu diungkap Al Muktabar usai Menyalurkan Bantuan Sosial Masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Rabu (31/1/2024).

“Birokrasi bertugas melayani masyarakat. Kita menggiatkan tugas dalam fokus yang kita sebut tematik agar berdampak untuk masyarakat,” jelasnya.

“Pemerintah Provinsi Banten menggulirkan pembangunan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Al Muktabar.

Dijelaskan, begitu banyak agenda pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov Banten yang dipersembahkan untuk masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan pada dasarnya atas usulan masyarakat. Di antaranya penanganan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting dan gizi buruk, pengendalian inflasi, serta penciptaan kondusifitas untuk investasi masuk ke Provinsi Banten.

“Kita bersama untuk terus membangun Provinsi Banten,” tegas Al Muktabar.

“Provinsi Banten didirikan salah satunya untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Banten. Banyak capaian dan raihan yang telah diperoleh sejak Berdiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Al Muktabar berpesan kepada penerima bantuan untuk mempergunakannya secara bijaksana sesuai keperluan.

“Jangan lihat besar kecilnya, tapi lihatlah kebersamaan kita,” ucapnya.

Masih menurut Al Muktabar, pelaksanaan Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak juga dalam rangka meninjau pembangunan di Provinsi Banten. Khususnya dalam urusan pelayanan dasar kepada masyarakat Banten pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Baru saja diresmikan 18 sekolah baik unit sekolah baru, kelas baru, maupun fasilitas sekolah baru. Kita tingkatkan terus pelayanan dasar untuk anak-anak sekolah,” jelasnya.

“Melalui pendidikan, masa depan kita titipkan kepada anak-anak kita. Termasuk dalam penanganan stunting dan gizi buruk,” tambah Al Muktabar.

Dikatakan, dalam interaksi dengan masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), turut tunjukkan kekompakan dalam menjaga stabilitas Provinsi Banten.

“Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI/Polri dan segenap jajaran yang telah membuat stabilitas terjaga. Ini menjadi pangkal semua kegiatan kita dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ucap Al Muktabar.

“Saya bahagia sekali dapat berinteraksi dengan masyarakat. Itu terus bergulir bagian dari Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak,” pungkasnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti memaparkan, penyaluran bantuan sosial dalam rangka penanganan kemiskinan.

 

Dipaparkan, bantuan yang disalurkan adalah: Bantuan kursi roda bagi disabilitas sebanyak 81 unit se-Provinsi Banten; Bantuan Tongkat Ketiak bagi disabilitas sebanyak 80 pasang se-Provinsi Banten; Bantuan Kaki Palsu bagi disabilitas sebanyak 30 buah se-Provinsi Banten; Bantuan Tongkat Kaki Tiga bagi lanjut usia se-Provinsi Banten; Bantuan Jaminan Sosial Keluarga dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem se Provinsi
Banten 65.000 KK untuk Kabupaten Tangerang sebanyak 8.654 KK masing-masing Rp. 500.000; Bantuan Permakanan Susu dan Telur se-Provinsi Banten 12.000 penerima mendapatkan 6 Kg Telur dan Susu UHT ukuran 125ml sebanyak 90 buah; Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) se Provinsi Banten 740 penerima untuk Kabupaten Tangerang 150 penerima masing-masing Rp. 2.500.000; Bantuan Alat Bantu Dengar bagi disabilitas sebanyak 39 pasang se Provinsi Banten masing-masing Rp. 15.000.000; Bantuan Beras untuk Kabupaten Tangerang sebanyak 3.515 KPM masing-masing 10 Kg; Bantuan makanan bernutrisi untuk anak Stunting sebanyak 425 paket se-Provinsi Banten, untuk Kabupaten Tangerang sebanyak 55 Paket, jenis bantuan yang diberikan berupa beras fortifikasi: telur, Susu UHT, Kacang hijau, biskuit regal, gula aren dan minyak goreng; Bantuan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk anak perempuan kepala keluarga dan orang tua anak stunting, jenis bantuan yang diberikan Oven dan Loyang sebanyak 2.200 penerima se-Provinsi Banten untuk Kabupaten Tangerang 340 Penerima dan chopper sebanyak 385 Penerima se-Provinsi Banten, untuk Kabupaten Tangerang 35; Bantuan natura untuk perempuan dan anak penyintas kekerasan sebanyak 100 orang berupa beras, kacang hijau, sarden, teh celup, susu, minyak goreng dan tepung terigu; Bantuan Benih Padi untuk 10 Ha, sebanyak 250 Kg, Penerima Poktan Tari Kolot II; Bantuan Benih Bawang Merah 250 Kg, Insektisida Karbofuran 3 G masing-masing 5 Kg, Mulsa Plastik Hitam
Perak 4 Roll, Pupuk Organik Granule masing-masing 250 Kg, NPK 16 @100 Kg, Tsp/SP36 masing-masing 25 Kg, KCI
masing-masing 25Kg, penerima Poktan Serba Guna; Bantuan Ikan Konsumsi sebanyak 100 bag masing-masing 1 Kg; Bantuan Listrik Desa untuk Kabupaten Tangerang 2.500 Rumah Tangga Sasaran; Bantuan BPJS Peserta Bukan Penerima upah yang dibiayai oleh Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang Sebanyak 161.863 jiwa; serta, Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa 32.600,000.000 untuk Kab,Tangerang 246 Desa masing-masing Rp. 100.000.000.

Salah satu penerima bantuan Nurhalifa (11 tahun) asal Jayanti merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda. Dirinya selama ini untuk jalan tidak bisa.

Hal senada juga diungkap Hendri (38 Tahun) asal Jayanti yang merasa terbantu untuk mobilitas jalan.

“Sangat mengharapkan dari pemerintah daerah maupun pusat lebih memperhatikan kalangan disabilitas,” ungkapnya.

Sementara Febrian (28 tahun) asal Sukatani mengucapkan syukur alhamdulillah dengan bantuan kaki palsu untuk menunjang aktivitas sehari-harinya.(js)