• February 27, 2020
  • Last Update Feb 27, 2020 12:58 am
  • Indonesia
Perencanaan Kurang, Banyak BUMD Agrobisnis Yang Failed

Perencanaan Kurang, Banyak BUMD Agrobisnis Yang Failed

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Pansus Raperda penyertaan modal BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri memberikan warning kepada Pemprov Banten agar melakukan perencanaan yang matang berkenaan dengan pembentukan BUMD yang baru ini. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya BUMD yang serupa di bebrapa daerah mengalami failed atau gagal karena tidak dibarengi dengan perencanaan bisnis yang matang.

Hal tersebut dipaparkan mantan Tim Asistensi Menkeu bidang Desentralisasi Fiskal (TADF) yang juga guru besar Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan manajemen IPB, Bambang Juanda saat rapat pembahasan Raperda tentang penyertaan modal daerah ke dalam Perseroan terbatas Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) bersama Pansus DPRD dan pemerintah di Pendopo Lama, Kota Serang, Kamis (23/1/2020).

Dalam paparannya Bambang mengingatkan agar Pemprov Banten bisa belajar dari berbagai kegagalan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dalam mengelola BUMD Agrobisnis ini.

Hal itu juga diamini oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat yang juga menjadi anggota Pansus Raperda ini. Menurut Ade, Pemprov banten patut belajar dari pengalaman orang lain tentang persiapan BUMD ini agar nasibnya tidak sama dengan mereka. Untuk itu ia mendorong agar Pemprov memiliki detai rencana bisnisnya seperti apa, serta target apa nantinya yang akan dicapai.

“Selama niatnya baik untuk kepentingan Banten, dalam rangka mengisi bagian ruang pembangunan Provinsi yang kosong, tentu akan kami dukung,” katanya.

Namun, Pria yang akrab disapa AHI ini melanjutkan, Dewan meminta sebelum melakukan penyertaan modal, jajaran direksi agrobisnis ini sebaiknya terlebih dahulu dipilih dan sudah ada. Sehingga paparan penggunaan anggaran nantinya bisa dijelaskan kepada kami, seperti alokasi prioritas penggunaannya untuk apa saja, sehingga kemudian bisa dipertanggungjawabkan.

“Kira-kira rencana jelasnya seperti apa. Itu kami harus tahu terlebih dahulu,” ujarnya.

Jajaran calon komisaris dan direktur Perseroda ini hingga kini masih dalam proses tahapan seleksi. Tahapannya kini baru mencapai proses wawancara, setelah itu akan dilakukan rekam jejak kemudian pembuatan makalah.

Setelah selesai semua, Pansel akan melakukan rekap hasil penilaian. Dari delapan yang mengikuti seleksi, akan diambil empat orang terpilih, satu diantaranya dari unsure pemerintah. Keempat orang ini masing-masing akan menduduki posisi Komisaris Utama (Komut), Komisaris unsur dari pemerintah, Direktur Utama dan Direktur Operasional.

“Proses wawancara untuk calon komisaris sudah kemarin, sekarang sedang dilakukan proses wawancara calon direktur. Kalau tidak ada halangan insya Allah akhir bulan ini bisa selesai,” ujar Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan (Adpem) Mahdani seusai rapat pansul.

Kembali lagi anggota Pansus. Pansus melakukan proses semua ini sesuai dengan tahapan. Kemudian jika ada hal kekurangan, itu menjadi bahan masukan untuk diperbaiki dan dilengkapi. Sudah bukan waktunya lagi kita berbicara siapa yang salah dan benar, tapi yang terpenting adalah kita saling membenarkan kekurangannya berdasarkan tugas dan fungsinya masing-masing untuk memperbaikinya.

“Kami mengapresiasi Pemprov yang akan memaksimalkan dan menggali potensi pertanian di Banten. Hal itu terlebih wilayah Lebak dan Pandeglang masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk sector pertanian ini,” ucap Ade. (Rey/Al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *