Pemkot Serang Keberatan Wilayahnya Dijadikan Lokasi Pemakaman Jenazah COVID-19  Pemerintah

Pemkot Serang Keberatan Wilayahnya Dijadikan Lokasi Pemakaman Jenazah COVID-19 Pemerintah

[pl_row]
[pl_col col=12]
[pl_text]
Serang – Pemerintah Provinsi Banten menyatakan telah menyediakan satu hektare lahan untuk pemakaman khusus jenazah yang meninggal akibat virus corona atau COVID-19 di Kota Serang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin mengaku belum mengetahui wilayahnya ditunjuk menjadi tempat pemakaman jenazah COVID-19.”Belum menerima kordinasi dari Pemprov. Kita tunggu, bisa aja kita tolak,” kata Syafrudin saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Kemudian menurutnya, Pemprov perlu berkomunikasi langsung dengan warga setempat dan memberikan pemahaman tentang SOP pemakaman jenazah orang yang terpapar akibat COVID-19. Khawatir, setelah resmi ditetapkan akan ada penolakan dari warga.

Lahan tersebut berada di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan dengan luas satu hektare melalui skema pembebasan lahan.

“Setelah itu, kita perlu izin lingkungan ke masyarakat setempat,” kata Syafrudin.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Serang itu meminta kepada Pemprov untuk tidak selalu menunjuk wilayahnya menjadi lokasi penanganan khusus korban virus corona. Sebelumnya, Pemprov telah menetapkan RSUD Banten yang berlokasi di Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang menjadi RS pusat rujukan pasien COVID-19.

“Ya jangan semuanya di Kota Serang, RS pusat rujukan kan adanya di daerah kita, bahkan RSDP jadi tempat rujukan pasien corona juga kan ada di wilayah kita juga walaupun milik kabupaten,” katanya.

Hingga saat ini, disampaikan Syafrudin, di Kota Serang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19 ada sebanyak 174 orang, 113 masih dipantau dan 61 sembuh. Sedangkan total pasien dalam pengawasan (PDP) hanya ada 9 orang, 6 masih dirawat dan 3 sembuh. Namun, belum ada warganya yang terkonfirmasi positif corona.

“Di tempat kita ini belum ada yang positif, jangan sampe karena semua penanganannya ada di kita nanti warga kita tertular,”katanya.(ant)
[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: