Pemkab Serang-Pemkab Bandung Jalin Kolaborasi Program

oleh -5 Dilihat
oleh

SERANG, PILARBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Pemkab Bandung menjalin kolaborasi program dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dengan Bupati Bandung M Dadang Supriatna di Pendopo Bupati Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023).

Turut mendampingi Sekda Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Nanang Supriatna, Inspektur Rudi Suhartanto, Kepala Bappeda Litbang Rachmat Maulana, Kepala Bapenda Muhammad Ishak Abdul Raup dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Serang terkait lainnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku bersyukur jika dirinya bersama jajaran diterima langsung oleh Bupati Bandung M Dadang Supriatna. “Tadi saya menyampaikan mungkin di Kabupaten Serang ada beberapa program yang baik, kita saling sharing, saling mengisi, terutama hari ini adalah program yang diminta oleh Bappeda Litbang berkaitan dengan inovasi,” ujarnya kepada wartawan.

Kata Tatu, Pemkab Bandung punya pengembangan inovasi yang sudah terintegrasi. “Pemerintah Kabupaten Serang pun ingin lebih mengintegrasikan inovasi-inovasi yang ada. Sedangkan untuk lainnya nanti kita lihat antar dinas, program-programnya kita tindak lanjuti,” ucapnya.

Bupati Bandung M Dadang Supriatna menyambut baik kedatangan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah beserta jajaran. Ia mengatakan, penandatanganan kerja sama yang sudah dilakukan, juga sebagai inovasi yang dilakukan antara Pemkab Serang dan Pemkab Bandung.

Apalagi, menurutnya, untuk masing-masing daerah, ada kelebihan dan kekurangan. Termasuk perbedaan antara geografis, demografis dan sebagainya. “Tapi prinsipnya kita mempunyai niat yang sama, bahwa antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Bandung melakukan kerja sama semua. Dalam hal setiap kekurangan di masing-masing daerah, sehingga kita lebih peka untuk saling mengisi,” terangnya.

Kemudian bisa dilakukan juga transformasi masing-masing produk lokal, atau hasil UMKM. Misalnya dalam hal pelatihan untuk Pemkab Bandung bisa menggunakan wilayah Kabupaten Serang dan sebaliknya. “Salah satu UMKM produk alam yang akan kita dorong, sedangkan untuk secara teknisnya dinas terkait yang akan menindaklanjutinya,” tuturnya.(js)