Lahan Pertanian Berkurang Akibat Pembangunan

oleh -137 Dilihat
oleh

Serang, – Pemkot Serang menganggap wajar Susutnya lahan pertanian yang belakangan terjadi karena perkembangan pembangunan yang terus dilakukan.

Kepala Bidang Pertanian dan Penyuluhan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Serang Andriyani mengakui memang terjadi penyusutan lahan pertanian di Kota Serang.

Hal ini terjadi seiring dengan adanya alih fungsi lahan, terutama lahan pertanian yang dijadikan hunian.

Baca Juga:  Pengacara Edi Ariyadi Yakin Menang Lawan Gugatan Ketua Koni Kota Serang

Meski menyusut, namun Andriyani melihat fenomena alih fungsi lahan bagi sebuah kota yang berkembang seperti Kota Serang merupakan hal yang wajar. Hal ini juga dialami oleh kota-kota besar lain di Indonesia.

“Sebenernya kalau di lapangan itu dengan fenomena Kota Serang yang semakin berkembang alih fungsi lahan menjadi hal yang wajar,” kata Andriyani, akhir pekan kemarin.

Baca Juga:  Disdikbud Kota Serang Minta Pemkot Alokasikan Pembangunan Kantor Baru

Meski membenarkan dan tahu adanya alih fungsi lahan pertanian di Kota Serang, namun Andriyani enggan mengungkapkan data persisnya berapa lahan pertanian yang sudah berubah menjadi perumahan atau pabrik.

Dia malah menyuruh wartawan menanyakan hal itu kepada organisasi perangkat daerah lain.

“Cuma berapanya jumlah sawah yang sudah alih fungsi harus dikroscek ke lapangan kepada yang berwenang,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Serang Tidak Setuju Jika PPKM Leval 4 Kembali Diperpanjang

Andriyani mengungkapkan, lahan pertanian terbagi atas dua kategori, yaitu lahan basah atau lahan pertanian sawah dan lahan pertanian bukan sawah.

Saat ini, berdasarkan data yang dimiliki, lahan pertanian sawah di Kota Serang berjumlah 8.475 hektare. Sementara lahan pertanian bukan sawah mencapai 10 ribu lebih hektare.

“Itu data terbaru yang tercatat di kami,” ucapnya.(loet)