Kokohkan Wawasan Kebangsaan, Pj Gubernur Banten Akan Optimalkan Peran Kepala Desa

oleh -6 Dilihat
oleh

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar akan mengoptimalkan peran Kepala Desa dalam memperkokoh wawasan kebangsaan hingga tingkatan terkecil yakni keluarga. Dengan pondasi yang kuat itu, diharapkan akan mempengaruhi kekuatan secara berjenjang sampai tingkat Nasional.

Maka dari itu, peran Kepala Desa sangat penting sekali dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan itu. “Dalam waktu dekat kita akan skemakan bagaimana teknis di lapangannya nanti. Bisa saja nanti bersamaan dengan gerakan penanganan stunting yang kita lakukan secara bergotong royong,” kata Al Muktabar seusai menghadiri Penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan Angkatan I di Aula Kantor Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (20/2/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah sebagai pemateri dengan tema pembekalan wawasan kebangsaan, membangun Indonesia dari Desa.

Al Muktabar melanjutkan, Kepala Desa juga akan dioptimalkan sebagai hakim desa yang mempunyai fungsi sebagai juru damai berbagai konflik yg terjadi di wilayahnya. Dalam mewujudkan kehidupan yang aman, nyaman dan sejahtera serta memperkokoh NKRI yang berdasarkan asas Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Gerakan bottom up ini akan sangat efektif, karena ia muncul dari bawah, apalagi nanti gerakannya masif,” ucapnya.

Diungkapkan Al Muktabar, bangsa Indonesia ini disatukan oleh sikap saling memiliki di atas keberagaman yang kompleks. Hal itu jika tidak dirawat dengan baik, maka akan muncul percikan perpecahan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita dalam membangun keindonesiaan itu. Karena Indonesia itu disatukan dalam beberapa pemikiran saling memiliki,” katanya.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dalam pemaparannya mengungkapkan, para tokoh asal Banten mempunyai sejarah panjang yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam BPUPKI. Bahkan ketokohan mereka sangat diperhitungkan oleh para penjajah kala itu.

“Ada Abdul Fatah Hasan, Husain Djajadiningrat dan Maria Ulfah. Bahkan saat ini banyak juga tokoh yang dari Banten menjadi tokoh nasional yang sudah dikukuhkan,” katanya.

Atas hal itu, dirinya merasa terpanggil untuk memberikan wawasan kebangsaan ini kepada masyarakat Banten. “Bagi saya Banten ini merupakan daerah yang sangat istimewa, dimana tokoh-tokoh nasional banyak dilahirkan dari sini,” ujarnya.

Oleh karenanya, Basarah tidak meragukan lagi rasa cinta tanah air atau nasionalisme masyarakat Banten saat ini.

“Tapi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sampai tahun 2021 lalu tingkat kerukunan keberagaman di Provinsi Banten sudah cukup tinggi mencapai 69 persen lebih,” ujarnya.

Diungkapkan Basarah, nilai-nilai wawasan kebangsaan itu saat ini sangat penting diberikan kepada masyarakat, sebab dalam pelajaran di bangku sekolah, sudah tidak diajarkan lagi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

“Padahal pelajaran itu sangat penting sekali dalam memperkokoh idiologi Pancasila. Sebagai gantinya, maka gerakan wawasan kebangsaan seperti ini sangat bagus untuk dimasifkan sampai tingkat Desa,” pungkasnya.(Al/js)