Pilar Banten
Kemenhub Prediksi Terjadi Peningkatan Arus Mudik Nataru Di Pelabuhan Merak

Kemenhub Prediksi Terjadi Peningkatan Arus Mudik Nataru Di Pelabuhan Merak

Merak, – Kementrian Perhubungan mencatat ada sekitar 11 juta lebih masyarakat yang menggunakan moda transportasi kapal fery yang melalui Pelabuhan Merak, Banten pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 lalu.

Jumlah itu diprediksi akan mengalami peningkatan di tahun 2021 ini, mengingat pemerintah memberlakukan kelonggaran terhadap mobilitas masyarakat di tengah situasi Pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya berbagai insiden yang tidak diinginkan, Mentri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumardi meminta kepada pengelola Pelabuhan Merak untuk mengecek kembali sejumlah kapal yang masih beroperasi.

“Pengecekan itu harus dilakukan secara menyeluruh, baik kelaikannya maupun kondisi kapalnya itu sendiri,” kata Budi saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Merak, Rabu (22/12/2021).

Budi menambahkan, jika kapal itu tidak laik operasi, maka harus dilakukan pengecekan dulu. Jangan sampai tetap dipaksakan beroperasi, karena itu akan berdampak buruk pada hal-hal lainnya.

“Kapasitas juga harus dibatasi, jangan dipaksakan. Lebih baik meningkatkan pergerakan, karena jumlah kapalnya kan juga banyak. Sehingga tripnya juga nanti lebih banyak,” ujarnya.

Selain pengecekan kapal, lanjutnya, kendaraan yang akan masuk ke kapal juga harus dilakukan pemeriksaan. Jangan sampai ada kendaraan Over Load dan Over Dimensi (Odol) masuk ke kapal.

“Kendaraan truk Odol dilarang masuk ke kapal,” pungkasnya.

Dikatakan Budi, belajar dari tahun-tahun sebelumnya kenaikan trafic penumpang di momen Nataru biasanya terjadi pada tanggal 23-24 Desember untuk kendaraan roda empat, sedangkan untuk roda dua terjadi pada tanggal 23 Desember.

“Untuk mengantisipasi itu, para petugas di lapangan harus selalu waspada, bila perlu tambah personil di bagian tiketing,” ucapnya.

Hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan antrian calon penumpang baik yang menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki.

“Meskipun sistem tiketingnya sudah elektronik, tapi tetap harus dilakukan plan B sebagai rencana kedua,” tuturnya.(loet)

Tinggalkan Balasan