Insentif Nakes COVID-19 di Banten Ditunggak 5 Bulan

oleh -3 Dilihat
oleh

Serang, – ‘Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering’, mungkin istilah ini tidak berlaku untuk para tenaga kesehatan (Nakes) COVID-19 di Provinsi Banten. Sudah lima bulan insentif mereka tak kunjung dibayarkan.

Padahal, para pejuang garda terdepan melawan virus corona yang belum mendapat insentif bertugas di rumah sakit pusat rujukan COVID-19 di Provinsi Banten.

Salah satu petugas nekes COVID-19 RSUD Banten Dini (nama samaran) bercerita, mereka sudah lima bulan sejak bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 belum menerima insentif.

Pada bulan Januari akhir mereka sempat didata oleh manajemen rumah sakit untuk pencairan insentif namun ditolak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan alasan pada saat verifikasi nakes non COVID-19 turut masuk dalam data tersebut.

Namun, dirinya merasa kecewa karena ada rumor dari lima bulan insentif yang belum dibayarkan, hanya akan diberikan 2-3 bulan saja.

“Dimasukin semua akhirnya kita yang terbengkalai, terus ditolak sampe sekarang gak cair-cair, gak mungkin kan rubah data sampe bulanan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/3/2021).

Namun, dia mendapat informasi insentif nakes di rumah sakit lain di Banten yang melayani pasien COVID-19 sudah dibayarkan namun hanya setengah dari nilai Nakes insentif di RSUD Banten yang telah dijanjikan pemerintah Rp7,5 juta.

“Karena mereka ruang isolasi terbatas mereka mah gak full (insentif) kaya kita, cuma (nerima) 3 juta-an kalau gak salah,” katanya.

Ditengah insentif tak kunjung cair, dia pun menyayangkan fasilitas alat pelindung diri masker N95 malah dikurangi jatahnya. Dari lima orang petugas yang masuk dalam satu shift kerja hanya diberikan 3 masker N95. Akhirnya, terpaksa mereka melakukan sterilisasi masker dan bahkan membeli masker N95 sendiri.

“Sepatu boots aja gak diberi jatah lagi makanya kita pake sandal. Kalau hazmat mah masih ada,” katanya.

Dia pun menyampaikan saat ini perhatian publik dan pemerintah sudah berpaling dari nakes padahal para nakes masih butuh dorongan suport dari publik.

“Vitamin udah gak ada yang ngasih. Udah jarang gak kaya awal awal banyak yang perhatian,” katanya.(Wr/Red)