Duh! Data Pribadi Pasien COVID-19 di Pandeglang Bocor Ke Publik

Duh! Data Pribadi Pasien COVID-19 di Pandeglang Bocor Ke Publik

Pandeglang, – Data pribadi sejumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Pandeglang tersebar luas di publik. Bahkan data identitas pasien tersebut dibagikan ke beberapa grup Whatsapp masyarakat.

Dalam rekapan data tersebut, dicantumkan secara jelas identitas warga Pandeglang, Banten yang diduga terkonfirmasi kasus corona. Mulai dari nama, nomor KTP, alamat hingga tempat pemeriksaan sampel di sejumlah fasilitas kesehatan.

Seperti di Puskesmas Sindangresmi, Angsana, Labuan, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Munjul, Saketi, Menes, Jiput, Sobang dan Cikeusik. Bahkan, data tersebut juga memuat pemeriksaan sampel awal yang berasal dari Kodim 0601 Pandeglang.

NR (32) keluarga salah satu pasien COVID-19 yang data pribadinya tersebar luas merasa dirugikan. Nama ibunya terpampang jelas dalam data pasien COVID-19 yang tersebar luas ke masyarakat.

Akibatnya, dia merasa resah ketika merawat ibunya saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya.”Jelas dirugikan lah, soalnya itu nama jelas banget,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (15/1/2021).

Dia mengaku, setelah mencuatnya data nama ibunya dan pasien-pasien positif COVID-19 hasil pemeriksaan pada tanggal 30 Desember tersebut. Dia menghadapi situasi mulai dijauhi tetangganya karena mereka ketakutan tertular COVID-19. Padagal dia membutuhkan dukungan dari masyarakat agar cepat sembuh.

“Sekarang ibu saya sudah dinyatakan sembuh. Kemarin sudah isolasi mandiri di rumah, terus hasil tes terakhirnya dinyatakan negatif,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi Satgas Jubir Penanganan COVID-19 Pandeglang Achmad Sulaiman membenarkan data tersebut merupakan data resmi dari Satgas yang disebar ke setiap puskesamas. Namun dirinya tidak menyangka data tersebut bisa tersebar ke masyarakat luas.

“Sebenarnya itu hanya untuk konsumsi internal satgas doang. Masalahnya anggota satgas kan banyak, jadi kita engga tahu siapa yg nyebarin,” katanya

Kendati demikian, Sulaiman menuturkan tidak mempermasalahkan data tersebut tersebar agar warga tahu dan timbul kehati-hatian.

“Tapi ya enggak apa-apa juga sih (bocor ke publik). Kan memang tetangga juga biasanya pada tahu yah kalau ada yang kena,” katanya.(WR/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: