DPRD Banten: Jika Ada Masalah Mundur Jadi Tren di Banten

oleh -2 Dilihat
oleh

Serang, – Kabar mengejutkan datang dari Pemerintah Provinsi Banten pada Selasa (24/8/2021) kemarin. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar secara tiba-tiba mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Mengenai pengunduran diri tersebut, anggota DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan menduga, ada kebuntuan komunikasi di tingkat pimpinan. Mungkin di Banten masalah sulit yang dihadapi trennya adalah dengan mundur sebagai cara terbaik.

Untuk diketahui sebelumnya, 20 pejabat eselon di lingkungan Dinkes Banten ramai-ramai mengajukan pengunduran diri.

“Masalah sulit yang saya maksud, jangan-jangan komunikasi di Banten ini menjadi masalah yang sulit. Sulit mengadu, sulit berdiskusi, sulit bersama-sama memecahkan persoalan,” kata Fitron saat dikonfirmasi, Rabu (25/8/2021).

Fitron menuturkan, terkait pengunduran diri Sekda Banten dari jabatannya menjadi hak personal yang bersangkutan. Apakah pengunduran diri karena merasa tidak mampu atau ada masalah lain yang berkaitan ketidaknyamanan yang bersangkutan adalah hal yang terpisah.

Menurutnya, mundurnya Sekda Banten tidak harus menjadi hal besar mana kala gubernur mampu mengambil langkah tepat. Baginya yang penting saat ini adalah untuk mengclear-kan dulu pengunduran diri Al Muktabar.

“Namun jika ada hal yang menyangkut kedinasan. Ketidaknyamanan atau apapun yang menyangkut kepentingan birokrasi yang lebih besar yang harus diperbaiki, persoalannya harus diselesaikan. Karena mundur saja tidak cukup,” katanya.

Menurutnya, masalah dihadapi sebenernya tak sesulit masalah Afganistan yang direbut kekuasaannya oleh Taliban sehingga Presiden Asraf Ghany harus kabur. Masalah Banten masih bisa dibicarakan tanpa harus lari dari tugas.

“Yah mungkin karena susah komunikasi, susah dipecahkan masalahnya,” tuturnya.

Kemudian dia berharap Gubernur Banten Wahidin Halim segera mengambil langkah sebab saat ini tengah berjalannya pembahasan APBD Perubahan (2021) dan Murni 2022.

“Tentu harus ada langkah strategis yang diambil gubernur agar tidak mengganggu proses berjalannya dua agenda besar tersebut,” katanya.(war)