DPP Kesti TTKKDH Gelar Rakornas

DPP Kesti TTKKDH Gelar Rakornas

SERANG – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kebudayaan Silat dan Tari Indonesia
Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) hari ini, Minggu (14/6/2021) menggelar Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) ke-1 di Horison Hotel, Kota Serang.

Rakernas tersebut dihadiri oleh Walikota Serang Syafruddin, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta jajaran seluruh jajaran pengurus DPP beserta perwakilan pengurus di tingkat daerah dari mulai Sumatra, Jawa, Lampung dan yang lainnya.

Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH Wahyu Mujammil mengatakan, dalam acara ini nanti setiap bidang akan memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakannya lima tahun ke depan.

“Ada beberapa bidang di Kesti TTKKDH yang akan membuat program kerja , termasuk yang fokus mengurusi perekonomian dan pelatihan,” ujarnya.

Untuk bidang perekonomian, lanjut Wahyu, tentu fokusnya bagaimana bisa mensejahterakan seluruh anggota Kesti TTKKDH.

“Pada hari ini juga kami menandatangani kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja LPK, guna memberdayakan seluruh anggota Kesti TTKKDH,” katanya.

Selain itu, pada kesempatan tadi juga pihaknya memfasilitasi 60 anggota untuk bekerja di beberapa perusahaan di Tangerang. “Ini merupakan langkah awal nanti setiap daerah akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Wahyu menambahkan, dalam hal syi’ar juga menjadi perhatian Kesti TTKKDH. Syiar ini menurut Wahyu, sangat penting dilakukan agar kiprah dan kebermanfaatan perguruan dapat dirasakan oleh masyarakat luas, tidak hanya pada anggota saja.

“Untuk awal kami sudah bekerja sama dengan relawan ACT dan DMI untuk mensinkronkan berbagai kegiatan kesyiaran,” ungkapnya.

Dalam bidang kepelatihan, perguruan membuka kembali Kordinator luar negri di Jerman, menyusul Tunisia, Maroko dan Mesir yang sudah ada lebih dulu.

“TTKKDH juga akan lebih merangkul kepada kaum milenial untuk ikut bersama-sama melestarikan pencak silat kebudayaan Banten ini,” terangnya.

Namun hal itu berada di wilayah DPD, DPP hanya membuat kerangkanya saja, bagaimana nanti DPD bisa mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di setiap cabangnya untuk merekrut kaum Milenial.

“Termasuk di ranah para pelajar juga pencak silat TTKKDH sudah masuk,” pungkasnya.

Diakui Wahyu, di Kota Cilegon pembelajaran pencak silat Kesti TTKKDH sudah masuk ke dalam program kurikulum ekstrakurikuler.

“Kedepan tentu akan menyusul di tempat-tempat lain juga,” tutupnya.(loet)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: