Cerita Krisyanto Kampanye Virtual di Pandeglang Kesulitan Jaringan Internet

oleh -130 Dilihat
oleh

Pandeglang, – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap akan digelar tahun 2020 meski ditengah pandemik virus corona atau COVID-19. Semua kegitan aktivitas kepemilua akan digelar melaksanakan protokol kesehatan salah satunya kegiatan kampanye.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana akan meniadakan kampanye dengan metode rapat umum pada Pilkada tahun ini. Kampanye akan dialihkan dengan memanfaatkan teknologi

Kebijakan tersebut dinilai akan menyulitkan calon kepada daerah berkampanye salah dirasakan oleh satu pasangan bakal calon perseorangan di Pilkada Pandeglang Krisyanto dan Hendera Pranova.

Baca Juga:  Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, Kris Jamrud Tak Akan Mundur dari Pencalonan

Meski sudah memiliki popularitas yang tinggi sebagai artis, vokalis grub band Jamrud, pelantun lagu Surti itu pun masih kesulitan jiga kampanye terbuka yang melibatkan massa banyak dilarang.

“Maunya kita ke lapangan memastikan konstituen kita terawat gitu kan. Karena calon independen harus banyak memperkenalkan visi misi ke masyarakat,” kata Balon wakil, Krisyanto, Hendra Pranova saat dikonfirmasi, Senin (8/6).

Baca Juga:  Krisyanto Akan Diiringi Kirab Budaya  Serahkan Dukungan ke KPU

Disampaikan Hendra, pihaknya merasa dirugikan jika kampanye hanya boleh dilakukan secara virtual atau secara online meski menggunakan media sosial. Dikatakan Hendra, kampanye virtual di Pandeglang terkendala jaringan internet karena basis pemilihnya berada di daerah pedalaman.

“Kita aga kesulitan apalagi Pandeglang seperti virtual menjadi kendala karena basis kita dipedaleman bukan diperkotaan. Kalau diperkotaan sudah tahu. Kalau pedalaman ke blok sinyak gak bisa harus datang harus silaturahmi secara tatap muka,” katanya.

Baca Juga:  Pertengahan Juni, Fraksi PDIP Daftarkan Pengajuan Hak Interpelasi

Meski demikian, pihaknya akan tetap memaksimalkan kampanye virtual dengan meminta bantuan kepada teman artis untuk ikut serta dalam kegiatan kampanye sehingga menarik para pemilih milenial. “Karena kalau gak gitu anak milenial aga males melihat konten kampanye,” katanya.(Anwar/Teguh)