Bupati Serang Positif COVID-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin

Bupati Serang Positif COVID-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin

Serang, – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 meski sudah menerima dosis vaksin kedua.

Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu telah menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua pada bulan Januari 2021 lalu. Kini Tatu sedang menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mengatakan, orang nomor satu di Kabupaten Serang itu mengikuti pemeriksaan Swab PCR sebagai syarat untuk menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Banten dalam kegiatan peresmian Bendungan Sindang Heula dan Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Kabupaten Serang.

“Jadi hari rabu dilakukan pemeriksaan kami kirim ke laboratorium Banten, Kamis dini hari keluar (hasil) positif sehingga ibu bupati tidak ikut bertemu presiden,” kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Disampaikan Agus, mesti sudah menerima vaksinisasi dosis kedua masih ada kemungkinan terpapar COVID-19. Namun, antibodi yang bersangkutan sudah terbentuk dan lebih aman jika pun terpapar virus corona.

Hal tersebut seperti yang dialami oleh Bupati Serang, meski sudah terpapar COVID-19 kondisinya tetap baik-baik saja, tidak mengalami keluhan dan ciri-ciri seperti gejala orang yang terserang virus corona. Kini dia sedang menjalami isolasi mandiri di rumah.

“Siapapun yang sudah vaksinasi, prokes harus tetap kita lakukan. Jalankan karena vaksin COVID ini masih memungkinkan kita terpapar tapi antibodi kita sudah terbentuk tidak menimbulkan gejala dan keluhan,” katanya.

Agus menyampaikan, pihaknya akan melalukan pelacakan terhadap pejabat atau orang-orang yang pernah kontak erat dengan Tatu selama lima hari kebelakang. Begitupun dengan awak media, yang melakukan kontak dekat akan dilakukan pemeriksaan selama dua hari tiga hari ke depan. Sementara sebagian pegawai yang bertugas di kantor bupati menggelar kegiatan bekerja dari rumah.

“Sebetulnya saat ini agak sulit untuk melakukan pembatasan mobilitas. Tapi kita harapkan, yang sempat kontak erat dengan ibu, kita lakukan pemeriksaan,” tuturnya.(Anwar/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: