Biaya Pemeriksaan COVID-19 di RSUD Kota Serang Gratis

Biaya Pemeriksaan COVID-19 di RSUD Kota Serang Gratis

SERANG,PILARBANTEN.COM – Dalam menghadapi maraknya COVID-19 Pemerintah Kota Serang kini menyediakan pemeriksaan secara gratis bagi masyarakat yang terkena gejala Virus Corona.

Selain itu, Pemkot melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa fasilitas umum. Lalu Pemkot Serang juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus Corona. Dan diharapkan masyarakat juga dapat tegar menghadapi masa inkubasi selama 14 hari kedepan.

Syafrudin Walikota Serang mengatakan, Pemkot Serang menggratiskan bagi masyarakat yang terkena gejala virus corona dan melakukan pengecekan kesehatan.

“Kami gratiskan untuk masyarakat. Apabila memang ternyata positif, kami akan rujuk ke rumah sakit yang telah menjadi rujukan, yakni RSDP dan Rumah Sakit Banten,”katanya saat diwawancarai, Senin (16/3).

Syafrudin juga mengatakan, pihaknya juga sedang merencanakan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa sarana umum, penyemprotan ini dilakukan untuk membasmi virus yang dikhawatirkan menempel pada fasilitas umum.

“Untuk penyemprotan desinfektan kami akan menggelar rapat lagi, selain itu Kami akan membagikan hand sanitizer yang difasilitasi oleh Pemprov Banten,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Serang memiliki kewajiban untuk melaporkan perkembangan yang terjadi, kepada Pemprov Banten. Hal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Banten.

“Berdasarkan hasil rapat tadi, kami dari Pemkot Serang wajib untuk melaporkan setiap perkembangan yang terjadi di Kota Serang. Baik dari warga yang memiliki gejala Corona maupun penambahan jumlah kasus,” ujarnya.

Sementar, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin menegaskan kepada para pelajar agar tidak dapat berkeliaran dengan bebas selama masa sekolah jarak jauh. 14 hari kedeoan merupakan masa inkubasi, untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

“Jangan ngerasa ini seperti liburan, karena sekolah diliburkan, akhirnya malah pada pergi ke mal dan tempat rekreasi. Ini kan lagi masa inkubasi jadi harus tetap di rumah, boleh keluar apabila ada keperluan saja,” tegasnya.(Agung/Ant).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: