Fakta-Fakta Terkait Informasi Liar Soal Penggerebekan Plt Ketua DPRD Lebak Bersama Wanita

Fakta-Fakta Terkait Informasi Liar Soal Penggerebekan Plt Ketua DPRD Lebak Bersama Wanita

Serang, Pilarbanten.com – Beberapa hari ini jagat maya di Kabupaten Lebak sedang dihebohkan dengan berita soal kasus penggerebekan UM seorang Plt Ketua DPRD Lebak bersama BW seorang janda di Perumahan Royal Garden, Rangkasbitung, Lebak pada Jumat (2/10/2020).

Setelah mebdapat kabar itu, Dewan Pimpinan Daerh (DPD) Partai Demokrat Banten membentuk tim investigasi untuk menelusuri kebenaran untuk mengungkap fakta sebenarnya atas pemberitaan yang menimpa kadernya tersebut.

“Setelah kita mendapat informasi tersebut, atas arahan dari DPP Partai Demokrat membentuk tim investigasi untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut,” kata Dewan Pengarah Tim Investigasi M. Nawa Said Dimyati saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020) malam.

Berikut sembilan fakta yang berhasil ditemukan di lapangan oleh Tim Investigasi Partai Demokrat:

  1. Bahwa benar saudara UM bertamu ke rumah BW di Royal Garden, sekitar pukul 19.30 WIB berangkat dari kantor, di dalam rumah BW tidak sendiri melainkan dua orang bersama saudara perempuannya.
  2. Berdasarkan keterangan UM, ia bertamu ke rumah tersebut baru pertama kali dan karena diundang oleh saudari BW. Pada saat di ditelepon, saudara UM sedang bersama temennya bernama Junaidi
  3. Tidak ada penggerebekan yang dilakukan oleh warga Royal Garden, sebagaimana keterangan para dan kesaksian tetangga dan ketua RT setempat.
  4. Pada saat itu UM menumpang ke kamar mandi dengan tujuan buang air kecil. Lalu pada saat UM masih di kamar mandi, datanglah seseorang pria yang berinisial AB (mantan adik ipar BW) dan menggedor-gedor pintu lalu terjadilah keributan. Pintu kamar kecil tempat UM buang air kecil pun di gedor-gedor.
  5. Setelah Terjadi keributan, keluarga B meminta agar UM menikahi B, namun saudara UM menolak karena tidak merasa melakukan kesalahan lalu UM meninggalkan tempat.
  6. Namun setelah pergi UM kembali kerumah B, karena HPnya ketinggalan dan kemudian UM pergi lagi.
  7. Keributan di rumah B, mengundang warga datang seperti yang terlihat dalam video yang beredar.
  8. UM di ancam akan di laporkan ke BKD dan publik apabila tidak mau menikahi B, akhirnya UM datang dan bersedia menikahi B pada Minggu (4/10/2020) dini hari, karena tidak mau Lembaga DPRD dan Parpol dimana UM bernaung tercoreng
  9. Salah satu keluarga mantan suami B, berinisial H mengirimkan video dan viral di media sosial.

Berdasarkan fakta-fakta diatas, Demokrat menduga ada aktor intelektual dibalik peristiwa itu yang ingin membunuh karakter kadernya tersebut dan berbau politis. Karena berdasarkan temuan di lapangan mulai dari peristiwa penggerebekan hingga tersebar di media sosial secara masif dan terencana.

“Dugaan kita ada beberapa nama politisi baik internal maupun eksternal dibalik peristiwa tersebut,” katanya.

Tim Investasi memberikan rekomendasi kepada DPD Partai Demokrat Banten agar saudara UM membuat laporan kepada Pihak berwajib atau Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengembalikan nama baiknya keluarga, lembaga DPRD dan Partai Politik yang dinaunginya.

Disampaikan Cak Nawa, partai Demokrat akan melakukan pendampingan hukum jika UM akan melaporkan peristiwa yang telah mencoreng nama baiknya tersebut.

“Kita akan memberikan pendampingan bila akan melakukan proses hukum untuk melaporkan langsung ke Bareskrim (Polri). Kita minta untuk segera melakukan pelaporan,”katanya.(War/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: