Pilar Banten
Akibat COVID-19 Ekonomi Banten Hanya Tumbuh 3,09 Persen

Akibat COVID-19 Ekonomi Banten Hanya Tumbuh 3,09 Persen

Serang, – Badan Pusat Statistik (BPS) merikis pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2020 terhadap triwulan I-2019 hanya tumbuh sebesar 3,09% (y-on-y), lebih lambat dibanding dengan triwulan sebelumnya sebesar 5,45%.

Ekonomi Banten triwulan I-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 3,01%.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 8,70% diikuti jasa kesehatan, kegiatan sosial sebesar 8,63% dan real estate sebesar 8,26%. Lalu dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,19%.

“Untuk penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha dan dari sisis pengeluaran, penurunan disebabkan hampir seluruh komponen pengeluaran kecuali konsumsi rumah tangga dan komponen total net ekspor,” kata kepala BPS Banten Adhi Wiriana saat rilis, Selasa (5/5).

Dikatakan Adhi, kontraksi pertumbuhan selain merupakan pola musiman di triwulan pertama, juga dipengaruhi perubahan pola konsumsi sebagai respondari adanya wabah COVID-19 yang mulai terjadi pada Maret 2010.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi didorong oleh punurunan pada komponen konsumsi pemerintah sebesar -45,96%, komponen PMTB sebesar -5,46% dan konsumsi LNPRT sebesar -1,28%. Sementara, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat sebesar 0,08% dan komponen total net ekspor tumbuh sebesar 23,47%.

Pengeluaran total net ekspor mengalami pertumbuhan tinggi namun hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh penurunan total impor yang lebih besar dibanding penurunan total ekspor. Pada komoditi utama ekspor Banten, komoditi alas kaki dan produk plastik masih bisa tumbuh positif masing-masing sebesar 11,63% dan 3,61% terhadap triwulan sebelumnya.

Sementara, produk impor terbesar Banten pada triwulan ini pada didominasi oleh produk mesin dan elektronik yang terkontraksi hingga sebesar 31,38% serta produk bahan bakar mineral sebesar -9,54%.

“Dampak wabah COVID-19 juga teridentifikasi dari sumber pertumbuhan ekonomi Banten selama triwulan I yang hanya berasal dari dua komponen saja yaitu komponen total net ekspor 1,33% dan konsumsi rumah tangga 0,05%. Sedang lainnya memberiakan andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Banten,” katanya.(Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: