Warga Tetap Menolak, Walikota Serang Stop Sementara Pengiriman Sampah Tangsel

oleh -4 Dilihat
oleh

Serang, – Ratusan masyarakat Kecamatan Taktakan tetap menolak pengiriman sampah dari Pemkot Tangsel meskipun aspirasi mereka sudah ditampung oleh Walikota Serang Syafrudin.

Hal itu dikatakan perwakilan dari masyarakat Cilowong Edi Santoso pada saat audiensi dengan Walikota Serang di aula Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (21/10/2021).

Hadir dalam audiensi tersebut ratusan masyarakat Cilowong, Walikota Serang Syafruddin, Kapolres Serang Kota, Dandim Serang Mardiono, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Rafiuddin, serta jajaran perangkat Lurah dan Kecamatan Taktakan.

Edi mengungkapkan, permintaan masyarakat Cilowong sangat sederhana untuk saat ini, hanya menginginkan dana kompensasi yang dijanjikan itu dicairkan secepatnya.

Selama dana itu belum dicairkan, maka selama itu pula masyarakat Cilowong akan tetap melakukan operasi truk sampah yang dari Tangsel.

Silahkan Pemkot Tangsel tetap megi rim sampah ke Cilowong, tapi jangan lewat jalur Taktakan, karena masyarakat sudah tidak kuat dengan bau busuknya dari sampah yang dibawa itu.

“Itu kan komitmen awal Pemkot Serang kepada masyarakat sebelum adanya pengiriman sampah ini. Logikanya orang mau beli sesuatu aja harus ada dana DP dulu, masa ini tidak,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Edi, yang diinginkan masyarakat Cilowong, kompensasi itu jangan diberikan kepada perorangan, tetapi kepada kas setiap RT yang selama ini sudah berjalan. Ada sebanyak 21 RT dan 10 RW di Kelurahan Cilowong ini.

“Kalau perorangan itu pasti akan ada kecemburuan sosial, apalagi saat ini beberapa masyarakat yang berada di kampung yang dekat dengan TPA itu sudah dalam proses pembuatan rekening,” pungkasnya.

Hal ini, lanjutnya, berpotensi dapat membelah dan merusak kerukunan masyarakat Cilowong yang selama ini dijaga. Karena di sisi lain masyarakat menolak, tapi ada juga sebagian yang menikmati.

“Jumlah masyarakat Cilowong itu sekitar 3.000 an pak Wali, jadi kalau hanya 400 saja yang diberi, itu datanya dari mana? Siapa saja? Kami khawatirnya itu merupakan orang-orang dekat dengan pejabat yang notabenenya mampu secara ekonomi. Makanya serahkan sahabat ke masing-masing RT dana itu biar tidak ada kecemburuan sosial,” jelasnya.

Menanggapi desakan penolakan masyarakat Kecamatan Taktakan yang begitu kencang terhadap pengiriman sampah dari Pemkot Tangsel itu, Walikota Serang Syafrudin mengaku sepakat dengan apa yang diaspirasikan oleh masyarakat.

“Sepakat ya seperti itu bapak-bapak? Kalau sepakat saya segera perintahkan pak Kabid untuk mengubah pemberian dana kompensasi itu ke masing-masing RT yang ada di Kelurahan Cilowong,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Serang juga akan mengkomunikasikan kepada Pemkot Tangsel agar untuk sementara pengiriman sampah itu dihentikan dahulu sementara sampai dana kompensasi itu diberikan.

“Jadi selama dana kompensasi itu belum dicairkan, Pemkot Tangsel tidak boleh mengirimkan sampah ke Cilowong,” ujarnya.

Dijelaskan Syafruddin, sampai bulan Desember 2021 nanti, dana yang akan diterima dari kerjasama pengiriman sampah itu sebesar Rp21 miliar. Dana itu sebagian sudah dicairkan untuk peremajaan peralatan dan kebutuhan di TPA Cilowong seperti pembelian alat berat, tanggul dan akses jalan.

“Sedangkan untuk kompensasinya itu sebesar 10 persen dari total dana tersebut atau sekitar Rp2,1 miliar yang pencairannya nanti di akhir tahun,” katanya.

Di luar dana kompensasi itu, syafrudin mengungkapkan untuk tuntutan lainnya seperti pembangunan jalan, puskesmas, ambulan dan beasiswa pendidikan serta bantuan UMKM sudah dilakukan oleh Pemkot Serang.

“Setiap tahun ada 4.000 UMKM yang kami bantu sebesar Rp500 ribu/UMKM. Sedangkan untuk akses jalan sedang diperbaiki, puskesmas dan ambulan Insya Allah nanti tahun depan direalisasikan,” jelasnya.

Adapun untuk permintaan beasiswa pendidikan masyarakat Cilowong dari SD sampai Perguruan Tinggi, diakui Syafruddin itu sangat berat untuk direalisasikan. Pasalnya setiap jenjang pendidikan berbeda kewenangan. Termasuk kondisi keuangan Pemkot juga terbatas.

“Kecuali untuk beasiswa pendidikan di perguruan tinggi bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu atau yatim piatu, itu sudah kami siapkan beasiswa di beberapa Perguruan tinggi,” ujarnya.

Adapun untuk teknis lanjutan dari hasil audiensi ini, Syafruddin meminta pada hari Senin (25/10/2021) besok seluruh RT di Kelurahan Cilowong datang kem Pemkot Serang untuk membicarakan persoalan selanjutnya.

“Datang aja langsung yang jam 13.00, ga usah make undangan segala,” tutupnya.(loet)