Pilar Banten
Untung Ada Koperasi Eks Pedagang Pasar Taman Sari

Untung Ada Koperasi Eks Pedagang Pasar Taman Sari

Serang, – Puluhan pedagang korban relokasi pasar Taman Sari yang menempati Pasar Lama harus menerima kondisi pasar yang apa adanya.

Walhasil, para pedagang secara swadaya membersihkan calon tempat berdagang mereka secara swadaya dengan menggunakan anggaran dari koperasi yang mereka bentuk.

Ketua paguyuban Pasar Lama, Lintong Nenggolan mengatakan, sebelum dilakukan relokasi, para pedagang ditawarkan ruko di kawasan pasar lama yang kondisinya sangat memprihatinkan, kotor, tidak ada air dan listrik serta kerusakan dimana-mana.

“Waktu itu Pemkot meminta waktu untuk dibersihkan dan dirapihkan dulu. Tapi menunggu anggaran tahun depan, karena untuk tahun ini anggarannya tidak ada,” katanya, Rabu (1/12/2021).

Karena berjualan tidak bisa menunggu waktu, tambahnya, akhirnya para pedagang melakukan bersih-bersih sendiri tanpa menggunakan anggaran dari Pemkot.

“Awalnya kami meminta tempat bukan di pasar lama, tapi karena berbagai pertimbangan akhirnya Pemkot tetap memaksakan kami untuk pindah ke situ,” katanya.

Diakui Lintong, bantuan dari Pemkot Serang hanya berupa paving blok yang diperuntukkan tempat parkir kendaraan. Itu pun atas permintaan para pedagang.

“Sedangkan untuk perbaikan di dalam pasarnya, itu kami full yang melakukan,” katanya.

Perbaikan itu, lanjutnya, meliputi perbaikan instalasi listrik dan air, MCK, akses jalan, atap kios, sanitasi dan lainnya. “Anggaran yang kami habiskan itu sekitar Rp120 juta. Anggaran itu dari koperasi yang kami kelola,” tambahnya.

Koperasi pedagang ex Taman Sari itu beranggotakan hampir sebagian besar para pedagang yang sudah berbadan hukum resmi dari Kemenkumham dengan nama koperasi Mandiri Jaya Berkah.

Tujuan pembentukan koperasi itu sendiri untuk menghindari para pedagang meminjam modal ke Bank keliling yang selama ini menjadi salah satu roda perekonomian pedagang tidak meningkat.

“Bagaimana bisa meningkat, orang setiap hari selalu ditagihin. Belum lagi bunganya yang cukup besar sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Selain itu, koperasi ini merupakan upaya Lintong bersama rekan-rekan lainnya untuk membentuk sebuah ekosistem perekonomian yang baik di lingkungan para pedagang, bisa simpan pinjam untuk permodalan dan lain sebagainya.

“Dengan adanya pengurus koperasi di pasar lama ini, akan ada proses perbaikan berkesinambungan terhadap proses fasilitas pasar, perubahan Image pasar lama yang kumuh becek dan mahal serta timbangan pedagang yang tidak sesuai akan diperbaiki,” jelasnya.(loet)

Tinggalkan Balasan