Sabet Gelar Doktor, Disertasi Encop Sangat Memuaskan

oleh
oleh

SERANG, PILARBANTEN.COM  – Anggota DPRD Banten Encop Sopia resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan promotor, Co promotor, dan tim penguji dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP Universitas Indonesia, Selasa (28/04/ 2026).

Sidang dipimpin oleh Ricardi S. Adnan, didampingi Promotor Aditya Perdana, Co Promotor Sri Budi Eko Wardani dan Tim Penguji seperti Nurliah Nurdin, Chusnul Mar’iyah, Riaty Rafiudin dan Irwansyah.

Dalam Sidang Senat Terbuka itu, Encop Sopia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal: Studi Lahirnya Peraturan Daerah Berperspektif Gender di DPRD Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Karawang Periode 2019 – 2024.

Baca Juga:  Demokrasi Tanpa HAM, Hanya Ilusi

Disertasi tersebut menyimpulkan representasi substantif perempuan dalam proses legislasi Perda Pengarusutamaan Gender (PUG) di Pandeglang dan Karawang tidak dapat dipahami hanya dari jumlah perempuan yang duduk di DPRD.

Namun lebih jauh dari itu, kehadiran perempuan melalui kebijakan afirmasi memang membuka pintu representasi formal dan deskriptif, tetapi transformasi menuju representasi substantif sangat bergantung pada kapasitas aktor perempuan, dukungan kelembagaan, serta konteks sosial-politik lokal.

“Dengan mengintegrasikan teori representasi terintegrasi dan pendekatan Historical Institutionalism, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi substantif muncul melalui hubungan kausal yang tidak linier, melainkan dipengaruhi oleh dinamika aktor, struktur, dan legitimasi simbolik,” jelasnya.

Baca Juga:  Negara dan Sistem Pemerintahan: Nggak Cuma Teori, Ada Buktinya!

Temuan penelitian itu, lanjutnya, menegaskan struktur kelembagaan di kedua daerah masih sangat dipengaruhi oleh warisan historis patriarki. Path dependency membentuk pola interaksi politik, resistensi terhadap isu gender, serta keterbatasan ruang bagi perempuan dalam proses legislasi.

“Namun, hambatan struktural tersebut tidak bersifat deterministik. Aktor perempuan di legislatif dan eksekutif mampu memanfaatkan celah institusional melalui strategi bertahap seperti layering, conversion, dan negosiasi lintas aktor,” jelasnya.

Di Pandeglang, lanjutnya, strategi legislatif dan dukungan eksekutif menjadi kunci. Sementara di Karawang, penguatan kelembagaan eksekutif dan tata kelola responsif gender menjadi jalur utama lahirnya Perda PUG.

Baca Juga:  Gubernur Andra Soni Perkuat Kolaborasi dengan 12 Kampus demi Percepatan Pembangunan Banten

“Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi substantif tidak hanya ditentukan oleh aktor perempuan di lembaga formal, tetapi juga oleh kekuatan koalisi lintas sektor,” jelasnya.

Di pengujung akhir, Promotor Aditya Perdana menyampaikan hasil penilaian Tim Penguji. Disebutkan, Encop Sopia dinyatakan berhak menyandang gelar Doktor dengan yudisium Sangat Memuaskan.

“Encop Sopia merupakan peraih gelar Doktor Ilmu Politik ke 150 di FISIP UI, dan merupakan perempuan peraih  gelar Doktor Ilmu Politik ke-42 FISIP UI,” ungkapnya.

Usai Sidang itu, Encop mendapatkan ucapan selamat dan berfoto bersama dengan Promotor. Copromotor, Tim Penguji. dan para undangan secara bergantian. (Loethfi)