Perindo Minta Pemerintah Waspada Penyebaran Varian Baru Covid-19 Omicron Saat Nataru

oleh -116 Dilihat
oleh

Jakarta, – Masuknya varian baru Covid-19 Omicron ke Indonesia seharusnya segera ditanggapi serius oleh pemerintah dan masyarakat.

Hal itu dikatakan Yerry Tawalujan, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial, menanggapi terdeteksinya petugas kebersihan RS Darurat Wisma Atlet terjangkit virus COVID-19 varian Omicron, sehingga menjadi kasus positif COVID-19 varian Omicron pertama terdeteksi di Indonesia.

“Pemerintah dan masyarakat perlu serius menyikapi masuknya varian baru COVID-19 Omicron. Jangan anggap remeh, karena kita sudah punya pengalaman buruk di awal pandemi Covid-19 bulan Februari 2020 dan masuknya varian Delta di Juni 2021,” ujar Yerry di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga:  Partai Perindo Tembus 4 Besar di Gen Z, Hary Tanoe Rangkul & Libatkan Kader Muda

Apalagi menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya pergerakan dan kegiatan masyarakat sangat tinggi dengan kebiasaan berlibur akhir tahun.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa Nataru perlu dilakukan, jelas Yerry, namun tentunya jangan sampai terlalu membatasi pergerakan ekonomi.

Menurut Yerry, ada 5 hal yang perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat, antara lain, pertama, segera lakukan PPKM dan pembatasan aktivitas sosial masyarakat, khususnya di libur Nataru.

Baca Juga:  Perda Pesantren Disahkan, Wagub Banten : Momentum Pesantren Lebih Berdaya

Kedua, mencegah masuknya wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara yang telah terpapar Omicron.

“Yang ketiga, mencegah masyarakat Indonesia berlibur ke luar negeri,” ujarnya.

Berikutnya yang keempat, Yerry Tawalujan mendorong pemerintah perlu proaktif sesegera mungkin mendapatkan vaksin varian Omicron.

Adapun yang kelima, sekalipun PPKM diterapkan, jangan sampai terlalu mengganggu kegiatan ekonomi di masyarakat.

Baca Juga:  Lantik Mahyudin Jadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Perindo, HT: Kesejahteraan Rakyat Harus Diwujudkan

“Berikutnya yang keenam, tentu saja masyarakat perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas),” paparnya. (teguh)