Kebutuhan Sembako Aman, Banten Sudah Siap Tangani Pasien Suspek Virus Corona

Kebutuhan Sembako Aman, Banten Sudah Siap Tangani Pasien Suspek Virus Corona

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menghimbau kepada masyarakat Banten agar tetap tenang terkait adanya dua WNI yang positif terjangkit Virus Corona. Secara sistem dan manajemen, Banten lebih siap dibandingkan Provinsi lain, termasuk Kota Depok.

Untuk itu, WH berharap agar masyarakat tidak mudah mengalami punic buying seperti belanja kebutuhan pokok yang berlebih dan memborong masker.
“Wabah ini jangan sampai menimbulkan kesimpangsiuran dan kepanikan. Karena orang Banten itu gampang panik. Semalem saja di tempat saya, ibu-ibu pada berbondong-bondong memborong bahan sembako,” kata WH, saat Rakor Kesiapsiagaan Provinsi Banten dalam Menghadapi Corona Virus di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.
WH melanjutkan, Provinsi Banten sudah melakukan persiapan sejak sebulan yang lalu. Persiapan itu meliputi menyiapkan tim khusus di 113 RS yang ada, tim dokter paru, sarana pra sarana, pendeteksian sampai pada penanganan suspek Virus Corona.
Begitu orang masuk diduga suspect, kita lakukan periksaan seperti rongent sekaligus juga radiologi untuk memastikan ada enggak indikasi terdampak Virus Corona.
“Kalau emang ada, ya kita bawa ke rumah sakit. tapi berdasarkan data yang ada sampai hari ini tidak ada hasil observasi,” ungkapnya.
Tingkatan penanganan suspek Corona ini diawali dengan observasi, dipantau baru waspada. kalau dipantau ada, dibawa, baru diwaspadai.
“Berdasarkan hasil observasi ahli rumah sakit Suroso, tidak ada masalah, tidak ada indikasi terkena. Di Banten masih aman. Sampai saat ini belum ada laporan ke saya. Indikasi suspek itu kan flu, tapi kalau flu-nya tidak dibarengi dengan pneumonia, itu aman. Flu biasa. Tapi kalau sudah seperti itu baru kita lanjut di cek lebih dalam. kalau memang ada indikasi lebih kuat ya dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Dinkes Provinsi Banten, Kab/Kota dan Direktur RS yang ada di Banten.
Terkait stok kebutuhan pangan, WH menegaskan, Provinsi Banten masih dalam kondisi aman dan cukup. Jikapun ada yang melakukan penimbunan, maka akan ditindak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
“Hukumannya lima tahun penjara dan denda 50 miliar,” tegasnya.
Untuk memastikan barang kebutuhan pokok masyarakat terjamin ketersediaannya, WH sudah meminta kepada jajarannya untuk selalu memantau harga di pasaran. Selain itu, kita juga melakukan kerjasama dengan kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang-barang.
Sementara itu Kepala Dinas (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, untuk ruang isolasi kita sudah siapkan untuk antisipasi, seperti di RSUD Tangerang itu ada empat ruang isolasi, sekarang ada penambanahan tapi belum selesai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sehingga bisa menjadi tujuh.
“Di RSUD Serang ada empat ruang isolasi, enggak ada penambahan. Semuanya (ruang isolasi) belum ada yang terisi dan jangan sampai ada yang terisi,” ujarnya.
Ati melanjutkan, terkait 17 WNI yang dipantau di Kota Tangerang, itu merupakan bentuk antisipasi kita karena yang bersangkutan telah bepergian ke luar negeri. Itu belum tentu positif. Hanya pemantauan sampai masa inkubais 14 hari. agar semua tetap sehat dan aman.
“Lagian persentasi kematian akibat covid-19 ini hanya tiga persen, dibandingkan dengan penyakit menular lainnya. Ini jauh lebih rendah. di kita enggak ada yang sakit,” ucapnya.
Sementara itu terkait video penanganan pasien suspek Corona di RSDP Serang yang sempat beredar luas, pihak RSDP Serang belum bisa memastikan penyakit apa yang diderita oleh pasien tersebut. Namun manajemen RSUD yang menjadi rujukan penanganan virus Corona itu mengatakan pasien tersebut sudah dibawa ke ruang isolasi.
“Pasien itu keluar IGD dan kita bawa ke ruang isolasi di bagian belakang (rumah sakit). Ada satu ruangan, empat kamar,” kata Humas RSDP, dr Anam, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.
Menurut Anam, pakaian yang digunakan dalam video tersebut merupakan standar penanganan oenyakit jenis virus. Agar petugas medis tidak tertular dari penyakit yang di derita pasien.
Pihak rumah sakit mengaku masih terus melakukan observasi kepada pasien, untuk memastikan penyakit yang di derita oleh pasien tersebut. RSDP Serang berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut, jika sudah diketahui hasil laboratoriumnya.
“Protokol penyakit bervirus memang seperti itu. Belum bisa dipastikan pasien sakit apa. Nanti kita informasi lebih lanjut,” jelasnya. (Rey/Al)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *