Kasus Pemerasan Perusahaan Jastip Rp1,7 M di Soetta, Kejati Kembali Tahan Mantan Pegawai Bea Cukai

oleh -190 Dilihat
oleh

Serang, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kembali menahan satu orang tersangka inisial VIM dalam kasus pemerasan di Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten terhadap perusahaan jasa penitipan Rp1,7 miliar.

VIM yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan mantan Kasi Pelayanan Pabean dan Cukai 2 pada Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) I KPU Ditjen Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Kasipenkum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengatakan, penetapan satu tersangka itu berdasarkan dua alat bukti. Penyidik telah memeriksa 11 saksi dan dua ahli. VIM berperan sebagai menghimpun uang hasil pemerasan di lapangan terhadap perusahaan Jastip.

Baca Juga:  Truk Tronton Kecelakan di Tol Tangerang – Merak, Satu Orang Tewas

“Bahwa dari hasil pemeriksaan VIM telah diduga keras berdasarkan bukti yang cukup telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dugaan Pemerasan dan/atau pungli bersama-sama tersangka QAB,” kata Ivan saat dikonfirmasi, Kamis (24/2/2022).

Diketahui sebelumnya, Kejati Banten telah menahan mantan Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) I KPU Ditjen Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Qurnia Ahmad Bukhari (QAB) pada Kamis (3/2/2022) lalu.

Baca Juga:  Kunjungan Ke Banten, Jaksa Agung Peringatkan Anak Buahnya Jangan Nakal

Kemudian setelah ditetapkan tersangka, yang bersangkutan akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas 2B Pandeglang. Hal ini dilakukan dalam rangka mempermudah proses penyidikan lanjutan oleh Kejati Banten.

“Khawatir tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidananya,” tuturnya.

Akibat perbuatannya VIM disangka melanggar pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 23 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 421 KUHP.

Baca Juga:  Kajati Banten dan PLN Jalin Sinergi Wujudkan Ketangguhan Sistem Kelistrikan Banten

Sebelumnya, penyidik Kejati Banten telah mengantongi sejumlah barang bukti berupa 33 dokumen yang telah didapat oleh tim penyidik dan menyita barang bukti senilai Rp1,1 miliar lebih dari kantor KPU Ditjen Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Uang tersebut diduga merupakan barang bukti pemerasan oleh dua oknum Bea Cukai.(Red)