Pilar Banten
Kadis LH Sesalkan Walikota Serang Hentikan Sementara Pengiriman Sampah Tangsel

Kadis LH Sesalkan Walikota Serang Hentikan Sementara Pengiriman Sampah Tangsel

Serang, – Sikap Walikota Serang Syafruddin yang melakukan penghentian sementara pengiriman sampah dari Tangsel membuat blunder, terutama bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi leading sektor.

Hal itu dikatakan kepala DLH Kota Serang Ipiyanto, Minggu (24/10/2021). Saat dihubungi, Ipi menyesalkan sikap Walikota Serang yang menemui sejumlah masyarakat yang melakukan unjuk rasa beberapa hari yang lalu.

“Pertama tuntutan mereka itu kan tidak jelas, ga ada korelasinya dengan kerjasama pembuangan sampai dengan Tangsel,” ujarnya.

Diakui Ipi, jika unjuk rasa itu memang berangkatnya dari persoalan bau, sementara di sisi lain di situ ada duit. Nah, kalau memang tuntutan mereka itu benar-benar atas aspirasi murni dari masyarakat, yang disampaikan itu seharusnya menghilangkan baunya.

“Ya, kesimpulan saya ini jelas ada oknum yang menunggangi,” katanya.

Kemudian, Ipi juga sangat menyayangkan kenapa pimpinan tidak mengambil sikap tegas, malah merespon dan menanggapi mereka. Ini kan akhirnya menjadi blunder. “Saya juga ga ngerti,” imbuhnya.

Ipi menjelaskan, persoalan kompensasi dampak negatif itu sudah jelas akan realisasikan, hanya tinggal menunggu waktu saja. Sehingga untuk apa pengiriman itu dihentikan, kecuali memang ada wanprestasi di situ.

“Ini malah minta dihentikan, padahal sudah berjalan. Kalau memang mau menghentikan, seharusnya juga ada komunikasi gitu loh! Karena selama ini dia juga ga pernah nanya masalahnya apa yang dihadapi, kendalanya apa. Ko tiba-tiba dia mengambil keputusan menghentikan,” jelasnya.

Hal seperti ini, lanjut Ipi, bukan kali pertama dilakukan oleh pimpinannya. Sebelumnya juga, ketika ada rencana kerjasama daerah antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel terkait rencana pengiriman sampah ini, pimpinan langsung sesumbar ke publik bahwa Pemkot Serang akan diberi bantuan sebesar Rp48 miliar dari hasil kerjasama itu.

“Padahal waktu itu baru tahap perencanaan, belum sampai tahap keputusan. Bagaimana nanti kalau batal coba, kan jadi blunder nantinya,” pungkasnya.

Karena persoalan itulah Ipi menyayangkan sikap pimpinannya yang seperti itu. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, karena dia terpilih sebagai pimpinan harus ia taati.

“Saya mah cuma prihatin melihatnya. Karena institusi ini kan penyelenggara pemerintahan, lalu sebagai ibukota provinsi juga. Kalau persoalan kecil seperti itu saja dihadapi dengan main-main, bagaimana nanti kalau ada persoalan yang besar,” ujarnya.

Untuk itu, Ipi akan tetap memperbolehkan truk pengangkut sampah dari Tangsel mengirim ke TPA Cilowong, karena itu sudah ada perjanjian kerjasamanya. Mengingat apa yang menjadi tuntutan masyarakat itu kan apa yang belum dilakukan oleh Pemkot Serang.

“Kami akan coba melakukan pendekatan dengan masyarakat, karena yang protes itu kan masyarakat yang rumahnya jauh dari lokasi TPA Cilowong. Namun jika tidak bisa maka akan dikerahkan APH di lapangan. Ini harus diambil sikap tegas,” jelasnya.

Kalau karena persoalan bau, itu memang benar adanya. Makanya Ipi pernah memberhentikan proses pengiriman itu untuk dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Setelah ke sini, bau itu sudah tidak lagi begitu menyengat.

“Kalau saya dianggap ikut bermain, ngapain juga saya menghentikan pengiriman itu yang notabenenya merugikan saya,” ujarnya.

Makanya kalau masyarakat Taktakan meminta perbaikan TPA, itu benar memang harus dilakukan. Karena mereka juga ingin menikmati pembangunan.

Artinya TPA Cilowong itu sudah sangat mendesak untuk dilakukan penataan, karena sudah 26 tahun tidak dirapikan dengan baik, dan itu sudah direncanakan sejak tahun 2019 lalu

“Itu komitmen saya sejak awal masuk ke DLH, tapi tidak pernah ada respon. Jadi wajar kalau masyarakat bergejolak itu. Makanya saya biarin aja,” ucapnya.

Pemkot Serang tidak pernah melakukan pembenahan TPA Cilowong. Kenapa sekarang bicara penataan ketika ada bantuan dari Tangsel. Apakah Pemkot Serang tidak malu melakukan penataan TPA sendiri berasal dari bantuan daerah lain.

“Harusnya kan begitu. TPA sendiri, ya dibenahi sendiri,” tegasnya.

Namun terlepas dari semua itu, saat ini DLH tengah melakukan berbagai pembenahan di TPA Cilowong sebagaimana permintaan dari masyarakat setempat. Pembenahan itu seperti pembuatan tanggul penahan, pagar, jalan, mesin pengolahan sampah serta peremajaan alat berat.

“Sampai saat ini semuanya sedang dalam proses, Insya Allah bulan ini akan selesai,” tutupnya.(loet)

Tinggalkan Balasan