SERANG, PILARBANTEN.COM – Jajaran pengurus PKS di Provinsi Banten serentak melaksanakan solat Istisqo atau minta diturunkan hujan. Di Kota Serang, solat Istisqo dilaksanakan di lapangan kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Serang, Minggu (13/9/2026).
Ketua Bidang Pembinaan Ummat dan Kerukunan Beragama (BPUKB) DPW PKS Provinsi Banten Juheni M Rois mengatakan, semula pelaksanaan solat Istisqo ini akan dilakukan secara besar-besaran dan terbuka di alun-alun Kota Serang. Tapi karena sedang dilakukan renovasi, akhirnya dilaksanakan secara kecil-kecilan saja tapi serentak.
“Di daerah lain juga sudah melaksanakan karena ini juga ada anjuran dari DPP,” katanya.
Perperan sebagai imam dalam solat Istisqo Mahron Al qoror dan Khotib Agus Khairul. Pada kesempatan Juhaeni juga menjelaskan bagaimana tata cara solat Istisqo yang hampir sama dengan solat Ied, termasuk waktunya bertepatan dengan waktu duha.
“Hanya saja kalau solat ied itu ada perhitungan waktunya, sementara solat Istisqo itu biasanya dilaksanakan ketika musim kekeringan,” jelasnya.
Melalui solat Istisqo ini, Juheni, mengajak seluruh jajaran pengurus maupun kader PKS di Provinsi Banten untuk bermunajat kepada Allah SWT seraya meminta ampun atas segala kesalahan yang pernah diperbuat baik yang disadari maupun tidak.
“Mudah-mudahan dengan wasilah solat Istisqo ini kita diberikan keberkahan berupa turunnya hujan,” katanya.
Juheni menjelaskan, berbagai bencana yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini begitu kompleks dari mulai bencana alam, kebakaran sampai kekeringan. “Untuk itu, melalui solat Istisqo ini kita khususkan untuk memohon meminta keberkahan hujan,” tutupnya.
Hal itu juga, lanjutnya, pernah diajarkan Rasulullah SAW yang memimpin langsung shalat meminta hujan di lapangan terbuka, salah satunya di sekitar area Musolah atau Masjid Ghamamah di Madinah ketika curah hujan tertahan.
Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Banten Tubagus Asep Rafiudin Arif yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan, sebagai ummat yang beriman kita semua diajarkan agar jangan pernah sekali-kali berputus asa terhadap rahmat yang diberikan Allah SWT, termasuk rahmat dalam bentuk hujan.
“Bisa jadi rahmat Allah itu masih tertahan di langit,” katanya.
Maka dari itu, dalam kondisi seperti ini kita disunnahkan untuk melaksanakan solat Istisqo sebagai salah satu bentuk ketaqwaan kita dan permohonan agar rahmat hujan itu bisa segera diturunkan ke muka bumi ini.
“Kita kumpul bukan hanya untuk meminta turun hujan, tapi sebagai bentuk pengakuan kalau kita ini adalah mahkkuk yang lemah dan penuh keterbatasan,” katanya.(loeth/red)





