Jimly Dorong ICMI Lakukan Gerakan Riset Inovatif

Jimly Dorong ICMI Lakukan Gerakan Riset Inovatif

KOTA SERANG, PILARBANTEN.COM – Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mendorong ICMi di daerah agar melakukan gerakan riset yang bersifat inovatif. Dari hasil riset itu, kemudian diserahkan kepada pemerintah yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan.

“Pemerintah itu butuh masukan para cendikiawan-cendikiawan seperti kita ini, untuk menghasilkan sebuah system pemerintahan yang baik.,” katanya usai menghadiri kegiatan Seminar Nasional dan Silaturahmi Kerja Wilayah Orwil Banten di Gedung Negara Provinsi Banten Jalan KH Syam’un, Kota Serang, Selasa (18/2/2020).

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) 2012-2017 ini melanjutkan, pemerintah itu sudah disibukkan dengan agenda kerjanya yang sangat banyak. Sehingga untuk urusan riset dan data itu sudah semestinya menjadi garapan para kader ICMI di daerah dan di lingkungan kampus yang konsen terhadap hal itu.

“Terlebih di era kecepatan informasi ini. Data-data itu banyak yang dipalsukan, karena sumbernya tidak melalui riset by sampling,” sambungnya.

Oleh karena itu, sambung Jimly, riset mutakhir yang sifatnya inovatif sangat diperlukan di semua aspek kehidupan pembangunan. Maka ICMI harus aktif memberi solusi kontributif kepada pemerintah dari mulai SDM, Sehatan, intrerpreneurship dan kebudayaan Banten.

“Bukan hanya kumpul seminar, tapi juga memberi solusi kontributif kepada pemerintah,” ucap Jimly.

Sementara, Ketua ICMI Banten, Lili Romli mengaku akan membangun SDM ICMI yang handal yang mampu melakukan perubahan-perubahan di lingkungan sekitar. Lili juga mengutip kata-kata dari Charles Darwin yang mengatakan bahwa bukan orang yang kuat atau yang pintar yang bisa bertahan dalam alam ini, tetapi orang yang sepesis yang mampu beradaptasi.

Oleh karena itu kita menginginkan di dalam dunia yang cepat berubah ini perlu adanya adaptasi, dan kita ingin menciptakan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ada ini.

“Maka dari itu, ke depan ICMI harus bisa memberikan sumbangan-sumbangan yang kongkrit kepada pemerintah apa yang diperlukan bagi pembangunan di Provinsi Banten ini,” ucapnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berharap ICMI memiliki kontribusi yang jelas bagi Provinsi Banten. Tidak hanya berhenti dari satu seminar ke seminar lain. ICMI Orwil Banten harus memberikan rekomendasi kepada Gubernur Banten harus berbuat apa.

“ICMI harus berkontribusi dan memberikan sumbangan bagi pembangunan di Provinsi Banten,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga paparkan proses renovasi Gedung Negara Provinsi Banten sebagai ruang publik untuk digunakan masyarakat. Termasuk pula proses revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten yang kini jumlah pengunjungnya telah meningkat hingga 9 juta orang per tahun.

Dijelaskan, di atas lahan 4,5 hektar Pemprov Banten akan membangun convention hall yang tahun ini sudah dianggarkan. Di atasnya ada pusat kajian kitab-kitab Syech Nawawi alBantani dan Museum Sultan Hasanuddin. Tempat para kyai dan ustad kumpul hingga kantor organisasi keagamaan disediakan. Khas budaya Banten yang menjadi kebanggan Banten nantinya juga ada semua.

“Ada multiplier effect, dampak ekonomi dari 9 juta pengunjung ke Kawasan Kesultanan Banten bagi masyarakat. Kalau Jakarta punya Monas. Banten punya Kawasan Kesultanan Banten, Madinah-nya Banten,” jelas Gubernur WH. (Rey/Al)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *