DPRD Minta Pelayanan Rumah Sakit untuk Pasien COVID-19 Kian Baik

oleh -12 Dilihat
oleh

Serang – Seiring dengan meningkatnya kembali kasus Covid-19 varian Omicron, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan meminta rumah sakit (RS) di Banten memperbaiki atau melakukan pembenahan layanan bagi pasien.

“Prediksi puncak varian Omicron di bulan Februari harus dipersiapkan segala sesuatunya, terpenting adalah layanan RS,” kata Fitron, Kamis 3 Februari 2022.

Menurut Fitron, saat ini adalah momen seluruh RS melakukan pembenahan dan mempersiapkan diri dalam mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. “Sekarang waktu yang tepat untuk mengambil langkah simulasi, baik itu persiapan kamar ICU, obat obatan dan segala hal menyangkut layanan. Dan juga cek manajemen pemulasaraan jenazah meski tak kita harapkan sampai ke situ,” tuturnya.

Ia mengatakan, langkah tersebut sebagai antisipasi dari kejadian yang pernah dialami tahun 2021 lalu, yaitu ketika Covid-19 sedang tinggi-tingginya. “Anggap aja situasinya seperti Juli dan Agustus tahun lalu. Bagaimana beban RS menghadapi membludaknya pasien Covid-19,” ujar Fitron.

Meski bila akhirnya tak setinggi itu, lanjut Fitron, tapi kalau persiapannya sudah baik maka tidak akan kedodoran apalagi kolaps. “Pastikan oksigen memadai, ambulans siap,” tambah Fitron.

Fitron juga meminta semua pihak, termasuk kabupaten/kota meningkatkan kembali koordinasi dengan provinsi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Dinas kami harapkan berkoordinasi dengan RS kabupaten/kota. Pastikan semua lini siap,” ucapnya.

BPBD dan instansi lain, sambung dia, mesti memastikan penerapan protokol kesehatan juga tetap terjaga. Ancaman Omicron ini mesti dihadapi dengan persiapan yang bagus. “Kita dapat melewatinya dengan aman akan menambah optimisme kita bahwa meski pandemi belum berakhir, namun kita beradaptasi dengan baik menghadapinya,” kata Fitron.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD, meminta kepada semua jajarannya untuk tetap melakukan prokes, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Yang jelas prokes tetap harus kita patuhi. Semua upaya dalam pencegahan yang sudah dilakukan saat ini harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Andika. (Adv)*