Pilar Banten

Tekan angka pengangguran, Milenial apresiasi program prakerja Jokowi

Tekan angka pengangguran, Milenial apresiasi program prakerja Jokowi

Serang – Memasuki revolusi industri 4.0, kebutuhan tenaga kerja yang dibekali dengan skill atau keterampilan semakin tinggi. Merespon kebutuhan kerja dunia global, termasuk upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan Kartu Prakerja.

Para pemegang kartu sakti itu nantinya akan dilatih, baik bekerjasama dengan kementerian atau lembaga. Pelatihan itu juga bisa dilakukan di dalam maupun di luar negeri. Di samping mendapat pelatihan, pemegang kartu juga bakal mendapat insentif honor selama pelatihan. Program Kartu Prakerja mendapat respon positif dari kaum milenial di Banten, seperti diungkapkan Mochammad Nofal, aktivis sosial ini berpendapat, wacana Kartu Prakerja diyakini dapat menekan angka pengangguran di Indonesia.

“Selama ini perspektif yang berkembang pemerintah akan menggaji pengangguran, padahal tidak demikian. Pemilik Kartu Prakerja merupakan para pekerja yang sudah dilatih dan terdaftar sudah pernah dijalurkan untuk magang di perusahaan,” kata saat berbincang di Warung Satuan Juang Jokowi (Sajojo) yang disiarkan langsung di Warjok Channel, Sabtu (16/3), di Kota Serang.

Menurut Nofal, kartu Prakerja itu sangat baik dan tepat di era bonus demografi berupa tenaga kerja muda Indonesia yang besar, namun kurang memiliki skill dan kualitas yang dibutuhkan di era industri yang mengarah ke revolusi industri 4.0.

“Sekarang kita memasuki bonus demografi dimana kesempatan kerja sangat besar, namun juga diikuti dengan keahlian. Nah, untuk itulah kartu prakerja hadir,” jelasnya.

Sementara itu, kaum milenial yang juga aktif di kegiatan sosial Rosdayana Khairuumah juga mengamini tentang dampak positif kartu prakerja dalam menekan angka pengangguran di Indonesia, termasuk di Banten.

“Ini menjadi terobosan baru dari pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang nantinya bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.

Seperti diketahui, kartu ini rencananya dikeluarkan untuk mendukung anak-anak Indonesia agar memiliki peluang masuk ke dunia industri dan dunia kerja. Dengan memegang kartu ini, para lulusan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, hingga akademi, yang ingin masuk ke dunia kerja akan dilatih terlebih dahulu. Pelatihan itu bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

Di samping mendapat pelatihan, pemegang kartu juga bakal mendapat insentif honor selama pelatihan. Kartu tersebut justru dapat menjadi sarana dan fasilitas bagi para pencari kerja untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah. Kartu Prakerja sangat berguna bagi para fresh graduate atau anak-anak muda yang kurang memiliki keterampilan agar bisa dilatih sehingga lebih mudah mencari kerja dan diterima di perusahaan perusahaan.(anwar/teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *