Pilar Banten

Tarif Baru Pajak Gagal Naikan PAD

Tarif Baru Pajak Gagal Naikan PAD

Serang – Tarif baru Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang diberlakukan Pemprov Banten per tanggal 11 Maret 2019, gagal menaikan Pendapatan Daerah (PAD) Banten.

Alih-alih mampu meningkatkan PAD, yang terjadi malah sebaliknya yaitu berakibat pada harga kendaraan bermotor di Provinsi Banten lebih mahal di banding harga di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Demikian terungkap dalam jawaban Gubernur Banten yang disampaikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi, dalam rapat paripurna menanggapi pertanyaan Fraksi-fraksi tentang menurunnya target PAD, Kamis, (22/8/2019).

Menurut Andika, tarif baru untuk PKB di Provinsi Banten pertanggal 11 Maret 2019 sebesar 1,75 persen dari tarif sebelumnya 1,5 persen dan pemberlakukan tarif Bea Balik Kendaraan Bermotor (BBKB) sebesar 12,5 persen dari tarif sebelumnya 10 persen.

“Hal ini menjadikan harga kendaraan bermotor baru di Provinsi Banten menjadi lebih mahal dibanding dengan harga kendaraan baru untuk wilayah DKI dan Jawa Barat,” katanya.

Akibatnya menurut Andika, terjadi kecenderungan konsumen untuk membeli kendaraan di wilayah DKI dan Jawa Barat.

Lebih lanjut Andika mengungkapkan, pada semester satu tahun 2019 terjadi penurunan pembelian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 9.172 unit dari 193.897 di semester satu tahun 2018 menjadi 184.725 unit di semester satu tahun 2019.

“Demikian pula untuk pembelian kendaraan bermotor roda empat terjadi penurunan sebanyak 10.412 unit, pada semester satu tahun 2018 sebanyak 48.591 unit, sementara pada semester satu tahun 2019 hanya sebanyak 38.179 unit,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, target pendapatan daerah pada Perubahan APBD Banten tahun 2019 diusulkan berkurang menjadi Rp11,67 triliun atau sebesar Rp161,77 miliar, dari APBD murni tahun 2019 sebesar Rp11,83 triliun.

Demikian disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD tahun 2019 kepada DPRD Banten Rabu, (14/8/2019).

Meski target pendapatan daerah menurun, namun, Wahidin mengusulkan kepada DPRD Banten untuk meningkatkan target belanja daerah sebesar Rp464,6 miliar dari rencana sebelumnya sebesar Rp12,151 triliun menjadi Rp12,619 triliun.

Berkurangnya target pendapatan menurut Wahidin karena terjadinya penurunan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Banten dari 5,9 persen menjadi 5,4 persen dan penurunan LPE nasional dari 5,4 persen menjadi 5,1 persen.

“Hal ini menyebabkan penurunan daya beli masyarakat Banten untuk membeli kendaraan bermotor baru,” akunya.

Menurunnya target pendapatan daerah berasal dari penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp168,16 miliar atau sebesar 2,29 persen.
“Semula Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp7,34 triliun, menjadi Rp7,17 triliun,” ungkap Wahidin. (Rey/Teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *