Rusak Sejak 2017, SD di Kota Serang Ini Semakin Memprihatinkan

oleh -6 Dilihat
oleh

Serang, – Sebanyak enam lokal/ ruangan di salah satu unit bangunan di SD Negeri Cigabus di Jalan Raya Taktakan-Gunung Sari, Kelurahan Taktakan, Kota Serang, nyaris ambruk. Kondisi bagian atas ruangan sudah banyak yang rusak, mulai dari genting, kaso, sampai dengan langit-langit.

Dalam satu unit bangunan yang hampir ambruk itu, hanya satu ruangan yang saat ini masih digunakan sebagai ruang kepala sekolah. Itupun, bagian atas ruangannya sudah rusak. Bagian langit-langit sudah bolong dan bagian lampu ruangan sudah menganga hendak jatuh.

Kepala SD Negeri Cigabus Tukijah mengatakan, sejak tahun 2017 yang lalu keenam ruangan itu sudah mulai rusak dan saat ini bertambah parah. Pantauan di lokasi, dari keenam ruangan itu, satu ruangan masih digunakan sebagai ruang kepala sekolah.

Sementara ruangan lain yang kerusakannya lebih parah semula merupakan ruang kelas V, ruang UKS, ruang guru, dan ruang kelas IV sebanyak dua ruangan.

Ruangan yang rusak parah itu sebagian besar langit-langitnya rusak dan bolong. Bahkan kaso-kaso yang menopang langit-langit sudah tampak keropos.

Sebagian malah sudah patah dan tinggal menunggu waktu untuk ambruk. Ketika hujan turun, air masuk melalui celah genting yang rusak dan semakin mempercepat pelapukan kayu kaso.

“Saya di sini dari tahun 2018 dan kondisi bangunan sudah rusak,” kata, Jumat (18/3/2022).

Karena kondisi bangunan yang rusak parah, maka saat ini ruangan-ruangan itu tidak digunakan lagi sebagai ruang kelas dan ruang guru. Terdapat 483 siswa dengan 13 rombongan belajar SD Negeri Cigabus terpaksa belajar di enam ruangan yang tersisa.

Bahkan para guru menempati ruang perpustakaan dan bekerja dengan tumpukan buku. Sementara para siswa ketika membaca buku perpustakaan terpaksa harus membaca di teras ruangan.

“Kami tidak lagi gunakan ruangan-ruangan ini karena khawatir sewaktu-waktu ambruk,” kata Tukijah.

Tukijah mengungkapkan, karena keterbatasan anggaran sekolah juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan adanya kerusakan yang terjadi.

Sekolah tidak bisa melakukan rehabilitasi karena dana dari bantuan operasional sekolah (BOS) tidak mencukupi. Dana BOS hanya cukup digunakan untuk perawatan, misalnya mengecat dinding sekolah.

“Makanya kalau dari luar SD Cibagus kelihatannya bagus padahal dari dalam pada rusak,” ujarnya.

Rizal Lengos, operator SD Negeri Cigabus, mengatakan, sejak tahun 2019 dia sudah membuat proposal pengajuan rehabilitasi gedung kepada Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kota Serang. Namun sampai saat ini usulan itu tidak pernah direalisasikan.

Bahkan, anggaran rehabilitasi dan peningkatan sekolah malah dialokasikan ke sekolah yang bila melihat kondisinya masih lebih baik dari SD Negeri Cigabus.

Pada tahun 2021 juga tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah malah yang ada anggaran untuk pembangunan unit sekolah baru (USB).

“Padahal dari dinas sudah sering datang memverifikasi dan ngukur-ukur tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Rizal.

Rizal mengungkapkan, dia telah menghitung kerusakan keenam ruangan itu ke dalam dapodik. Sesuai sistem, kerusakan itu masuk ke dalam kategori rusak berat karena sudah di atas 50 persen.

“Dalam suasana cuaca yang buruk ini dia berharap perbaikan sekolah segera dilakukan agar tidak ada korban akibat ruangan yang ambruk,” tutupnya.(loet)