PPDB 2021, SMAN 1 Ciruas Masih Favorit Namun Menurunkan Rombel

PPDB 2021, SMAN 1 Ciruas Masih Favorit Namun Menurunkan Rombel

SERANG – SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang terpaksa menurunkan rombel kelas pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 ini.

Pada tahun 2020 lalu, sekolah ini menerima 14 rombel kelas, jika diakumulasikan ke dalam jumlah siswa sekitar 400 siswa.

Namun pada tahun ini, pihak sekolah hanya menargetkan 12 rombel kelas atau sekitar 300 kuota siswa yang akan diterima masuk.

Wakil Kepala Sekolah bidang Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Ciruas Dika Nur Widado saat dikonfirmasi mengatakan, penurunan rombel kelas itu dikarenakan pihaknya pada tahun ajaran baru nanti ingin kembali meningkatkan kualitas lulusan siswanya.

Hal itu mengingat, hampir seluruh sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran daring di masa Pandemi ini terjadi penurunan kualitas lulusan siswanya.

“Makanya pak Kepala Sekolah menginginkan untuk tahun ajaran baru nanti fokus kepada peningkatan kualitas bukan kuantitas,” ujarnya, Rabu, (9/6/2021).

Selain itu, ruang kelas yang tersedia juga memang hanya mencukupi untuk 12 rombel, sesuai dengan sepeninggalan kelulusan angkatan tahun kemarin.

“Kalau memaksakan 14 rombel nanti ruang belajarnya tidak ada, apalagi ada Permendikbud itu yang membatasi maksimal 12 rombel,” jelasnya.

Diakui Dika, antuasiasme masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di SMAN 1 Ciruas ini sangat tinggi dari tahun ke tahun. Mungkin karena lokasinya yang strategis sehingga menjadi sekolah favorit.

“Tahun kemarin yang mendaftar itu ada sekitar 700 siswa, sementara kuota kami hanya 400 lebih. Makanya banyak yang kami buang saat itu,” ucapnya.

Menurut Dika, tahun ini kuotanya hanya 300 siswa. Dika yakin pada hari pertama dibuka pendaftaran saja akan membludak, apalagi tahun ini Provinsi hanya memberikan waktu tiga hari untuk pendaftaran online, berbeda dengan tahun lalu yang mencapai satu mingguan.

“Tapi bedanya antara jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua itu dibedakan waktunya, kalau dulu kan disatukan jadi sempat banyak terjadi down servernya,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan pelayanan, pihak sekolah juga menyiagakan dua operator yang stanby untuk persoalan PPDB online, dan sekitar enam operator yang untuk mengurusi pendaftaran offline jika dalam pelaksanaannya terjadi truble atau permasalahan lainnya.

“Kami juga menyiapkan empat laboratorium komputer yang bisa digunakan untuk upload berkas pendaftaran bagi calon siswa,” pungkasnya.(loet)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: